Rays Wheels

KabarOto.com – Meskipun menavigasi kompetisi pasar otomotif di negara ini tanpa produk baru, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) optimis dapat mencapai pertumbuhan penjualan hingga 12 persen atau sebanyak 45.000 unit pada 2019.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah melengkapi berbagai fitur modern dengan jajaran produk yang mereka pasarkan di Indonesia. Mengingat faktor keamanan merupakan faktor yang sangat penting untuk mendukung bisnis konsumen Hino yang loyal.

Baca juga: Hino Targetkan 45.000 Unit Dijual pada 2019

Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI menjelaskan, "Pada tahun 2019 kami optimis dapat menjangkau pasar yang lebih besar di Indonesia. Upaya yang kami lakukan adalah melengkapi sejumlah fitur baru seperti pelindung samping, kamera belakang, dan fitur ABS ("sistem rem anti-lock), serta tertanam di kendaraan penumpang," katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, "Kami melihat kebutuhan konsumen, untuk itu kami membuat penyesuaian pada lini produk kami, seperti kamera belakang yang dapat membantu ketika truk memarkir baik saat bongkar muat. Fitur ini nantinya akan berada di New Dutro dan New Generation Ranger , "jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk mendukung keamanan dan kenyamanan baik pengemudi maupun pengemudi lain di sekitarnya. Lini produk Hino juga akan dilengkapi dengan pelindung samping atau pelindung samping.

"Dengan hadirnya side guard, diharapkan dapat mencegah kecelakaan lalu lintas yang membuat korban masuk ke truk. Karena sepeda motor sering terjadi dan akhirnya tertabrak ban dan masuk ke bawah. Side guard juga merupakan jawaban kami dalam mendukung pemerintah peraturan juga, "tambahnya.

Baca juga: Layanan Perbaikan Dealer 3S Hino Cilincing Akan Dibuka 24 Jam

Mengenai fitur ABS pada truk Hino, Santiko mengatakan, fitur ini hanya tersedia untuk truk yang mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM). Karena fitur ABS hadir untuk memenuhi kebijakan yang diberlakukan oleh Pertamina untuk kendaraan transportasi bahan bakar.

"Saat ini, Pertamina hanya karena ABS didasarkan pada permintaan konsumen. Tetapi jika konsumen lain menginginkan fitur ini, kita juga bisa menerapkannya," pungkasnya.