Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Universitas Trisakti meluncurkan Trisakti Smart Classroom 2.0 (TSC 2.0). Ini adalah wujud dari komitmen kampus untuk menerapkan lebih banyak teknologi pembelajaran dalam layanannya kepada para pemangku kepentingan, terutama dosen dan mahasiswa.

TSC 2.0 memperkenalkan fasilitas terbaru dalam menggunakan teknologi dan layanan, baik individu maupun kelompok. Fasilitas ini juga menerapkan berbagai solusi pembelajaran offline dan online yang menghadirkan pengetahuan dan keterampilan penting. Mulai dari kursus bahasa, teknologi ilmu komputer, dan STEAM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika).

"Ini adalah sarana dan infrastruktur di era Revolusi Industri 4.0, di mana kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) digunakan untuk membantu pembelajaran," kata Prof. Ali Ghufron Mukti, Rektor Universitas Trisakti di Jakarta.

Dia memberi contoh mengajar dosen di kelas yang direkam sehingga bisa diikuti oleh mahasiswa di luar kampus. "Bahkan kamera mengikuti dosen keliling, begitu juga dengan laboratorium. Jika Anda tidak memiliki laboratorium anatomi, TSC 2.0 memiliki solusi VR yang dapat membantu," katanya.

Mantan Kanselir UII menambahkan, dengan kacamata 3D, pengguna dapat melihat secara detail bagian dari sesuatu yang ingin mereka ketahui. "Misalnya, mahasiswa kedokteran dapat melihat anatomi tubuh manusia hanya dengan menyentuhnya secara virtual. Begitu juga dengan mahasiswa teknik," jelasnya.

Ali Ghufron Mukti mengatakan, untuk mewujudkan kelas tersebut, Universitas Trisakti mengambil Taiwan. "Mereka termasuk pemimpin dalam masalah ini," tambahnya

Fasilitas ini secara resmi dibuka oleh Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Teknologi dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan didampingi oleh I-Chang Tsai, Wakil Presiden dan Direktur Jenderal Institut Industri Informasi Taiwan (III). ).

Dalam kegiatan ini, Universitas Trisakti bersama dengan III Taiwan membuka Kantor Promosi pembelajaran STEAM pertama di Indonesia bernama Konstitusi Untuk Kerjasama Pendidikan Internasional. Aliansi yang mencakup negara-negara Asia Pasifik melibatkan enam universitas di Indonesia, yaitu Universitas Bandar Lampung, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Widya Cipta Husada STIKes Malang, Politeknik Negeri Banyuwangi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Brawijaya Malang.

"Misi aliansi ini adalah untuk menyediakan sumber daya dan peralatan STEAM, melakukan pelatihan dan lokakarya, untuk mempromosikan dan memperkenalkan pendidikan STEAM dan mengundang lebih banyak lembaga pendidikan Indonesia untuk bergabung dengan komunitas STEAM," katanya.

Dalam acara ini Universitas Trisakti juga menandatangani beberapa nota kesepahaman dengan industri pendidikan Taiwan yang berfokus pada solusi pembelajaran bahasa online, realitas virtual dalam pendidikan dan juga aplikasi IoT yang bertujuan untuk mentransfer teknologi ke pendidikan tinggi.

Institut Industri Informasi telah berdiri sejak 24 Juli 1979 dan telah diakui sebagai lembaga yang dapat diandalkan dalam Penelitian Teknologi Pendidikan di Taiwan. Mereka terus menerus dan konsisten bekerja sama dengan industri TIK Taiwan.

Trisakti Smart Classroom 2.0 telah hadir sejak awal Oktober 2018. Sekarang untuk implementasi kedua, kampus memperkaya kelas khusus untuk teknologi dan layanan TSC yang mencakup penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dengan VR perangkat lunak pembuatan konten, kamera pelacakan otomatis, dan fasilitas konferensi video cerdas, Digital Elite Study Cube untuk pembelajaran bahasa online, manajemen dan analisis suasana kelas, aplikasi IoT (Internet of Things), dan sebagainya.

(mim)