Rays Wheels

KabarOto.com – Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan bahwa jalan tol Jakarta-Cikampek II (ditinggikan) diperkirakan akan beroperasi pada bulan November 2019, sehingga dapat digunakan oleh publik selama liburan Natal dan Tahun Baru 2019.

Meski begitu, Budi menekankan bahwa keselamatan adalah faktor terpenting. "Saya dan teman-teman saya datang ke sini bersama Direktur Jenderal Pertanahan dan Kepala BPTJ untuk mengamati aspek keselamatan dan layanan dari jalan tol yang ditinggikan," kata Budi dalam pernyataannya.

Baca Juga: Deretan Foto Mobil yang Dimodifikasi Tampil di IMX 2019

Dalam upaya memastikan keamanan, mengingat jalan tol Japek II terletak di ketinggian 6 meter, Budi meminta pemangku kepentingan untuk melakukan sejumlah uji penanganan jika terjadi keadaan darurat.

"Saya memberi tahu teman-teman saya saat beroperasi, penting untuk memperhatikan keselamatan. Mengingat ini berada pada ketinggian 6 meter sehingga detailnya bisa dijabarkan dan skenario," kata Budi.

Terletak di lokasi yang cukup tinggi

Selain itu, hingga saat ini Kementerian Perhubungan masih mempertimbangkan apakah kendaraan lain selain kelas satu dapat melewati jalan tol yang ditinggikan ini.

Direktur PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Djoko Dwijono, sebagai operator Jalan Tol Jakarta-Cikampek II, membenarkan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat rencana darurat.

Dapat dilewati selama liburan Natal dan Tahun Baru 2020

"Pertama adalah pembukaan darurat, yang ditempatkan di 8 lokasi dengan jarak masing-masing 4 Km," jelas Djoko. Selanjutnya, ada teluk darurat, yang ditempatkan sebanyak 2 titik di setiap jalur.

Tidak kalah pentingnya, Jasa Marga juga menyiapkan akses darurat (tangga darurat), yang ditempatkan di setiap pintu darurat dan ruang darurat.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Mengerjakan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak

"Akhirnya, pintu darurat, ditempatkan sebanyak 1 titik di setiap jalur dan terletak di daerah Cibitung (km 27)," pungkas Djoko.

Jalan Tol Japek II sendiri terletak di jalan tol dari Cikunir (KM 9 + 500) ke Karawang Barat (KM 47 + 500) dengan total panjang jalan 36,4 Km. Saat ini, kemajuan pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Tinggi) telah mencapai 96,5 persen.