Rays Wheels

memuat …

SAMSUNG sangat berfokus pada lini produk Galaxy A mereka. Yang terbaru, Galaxy A7, memiliki tiga kamera sekaligus. Apa fungsi dan dapat menarik perhatian ribuan tahun?

Di kelas menengah, lini produk Galaxy A jelas penting bagi Samsung. Karena di sinilah mereka harus bersaing dengan ponsel Cina yang membanjiri pasar, yang menawarkan spesifikasi tinggi tetapi harga terjangkau.

Oleh karena itu, pabrikan Korea harus terus berinovasi sehingga target milenium mereka tetap tertarik. Salah satunya adalah dengan memperhatikan sektor kamera. Di Galaxy A7, pengguna mendapatkan tiga kamera sekaligus. Sama seperti Huawei P20 Pro, yang harganya Rp. 12 juta. Meskipun fungsi masing-masing kamera berbeda antara A7 dan P20 Pro. Apa fungsinya?

Kamera pertama adalah 24MP dengan bukaan f / 1.7. Kamera kedua 5MP untuk kedalaman dengan bukaan f / 2.2. Sedangkan untuk kamera ketiga dengan lensa 8MP wide angle dengan bukaan f / 2.4 dan bukaan sudut hingga 120 derajat.

Biasanya kamera ponsel memiliki sudut 70 derajat. Untuk kamera depannya sendiri ada 24 MP yang sudah menggabungkan teknologi pixel binning. Ini memungkinkan smartphone untuk menggabungkan empat piksel menjadi satu gambar ketika dihadapkan dengan kondisi pencahayaan rendah. Hasilnya sendiri cukup bagus. Hasil dari ketiga kamera sangat tajam dan warnanya alami.

Saya sendiri sangat menyukai sudut lebar karena memberikan hasil foto yang sangat dramatis. Lebih banyak objek yang dapat direkam pada kamera atau kadang-kadang dapat meringkas momen yang sulit ditangkap dengan ponsel biasa.

Lensa lebar ini juga membuat pengguna tak perlu lagi membawa kamera seperti GoPro. Karena Anda bisa mendapatkan hasil yang serupa. Ketika diuji untuk memotret model, saya sangat menikmati proses mendapatkan berbagai sudut dramatis.

Menariknya, untuk beralih ke sudut normal atau bahkan menggunakan live focus untuk mendapatkan bokeh maksimal, saya hanya perlu menyentuh tombol di layar. Ini sangat praktis dan menyenangkan.

Tampilan Tak Terhingga, Tidak Ada

Ketika Apple merilis iPhone X dengan torehan, pasar mengikuti. Seakan takik adalah tren baru dalam desain ponsel, tetapi Samsung tidak ingin menjadi peniru. Mereka masih percaya desain tampilan tak terbatas yang tidak memiliki lekukan. Penampilannya masih bagus, elegan, dan relevan dengan model saat ini, tetapi kelemahannya adalah ukuran bezel masih terasa lebar.

Tutup belakang tampak bersih dan mewah. Tidak ada tombol pemindai sidik jari. Ternyata Samsung ditempatkan pada tombol power. Langkah serupa dilakukan oleh Sony pada smartphone mereka. Praktis, meski butuh waktu untuk terbiasa.

Layar mengusung Full HD Super AMOLED 6 inci dengan rasio aspek 18: 9. Ini juga dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3 dan kurva 2.5D. Jeroan menggunakan chip Samsung Exynos 7885 yang dibangun dari arsitektur 14 Nm dan memiliki delapan inti. Ponsel ini dipasarkan di Indonesia dengan dua varian, yaitu 6GB / 64GB dengan harga Rp4,499,000 dan 8GB / 128GB seharga Rp5,499,000.

Keduanya masih mendukung slot microSD hingga 512GB. Pengguna juga dapat menginstal aplikasi dari memori eksternal saat memilih memori mana. Sistem audio didukung oleh Dolby Atmos yang terasa ketika terhubung melalui headphone.

Sisa dari Galaxy A7 dilengkapi dengan baterai 3.300mAh, dual-SIM dengan dukungan 4G VoLTE, dan sensor seperti akselerometer, giroskop, dan kedekatan. Ada tiga varian yang dipasarkan, yaitu biru, hitam dan emas.

Keberadaan tiga kamera di Galaxy A7, terutama fitur wide angle, jelas membawa fitur-fitur segar di lini produk Samsung. Ya, beberapa vendor memang fokus pada desain takik tipis dan layar lebar hingga rasio tubuh sehingga bezel terlihat sangat tipis. Tapi, apa yang dilakukan Samsung dengan mengusung sudut lebar ini memiliki efek foto yang lebih dramatis. Lebih menarik, tentu saja pilihannya tetap berada di tangan konsumen.

(mengenakan)