Rays Wheels

memuat …

NEW YORK – Setelah fenomena alam yang sangat langka gerhana bulan total (supermoon) yang terjadi pada 31 Januari 2019, dan sekarang dikonfirmasi pada 19 Februari 2019, fenomena alam Supermoon akan terjadi paling lama dari supermoon-supermoon sebelumnya.

Seperti dilansir dari Interesting, sedangkan untuk bulan purnama ada di kategori supermoon, ini akan menjadi fenomena supermoon pertama dari tiga fenomena serupa yang akan terjadi tahun ini. Fenomena supermoon berikutnya akan terjadi pada jarak 357.300 km. Supermoon yang terjadi pada 19 Februari 2019 akan terlihat agak dekat sedangkan yang terjadi pada bulan Maret akan menjadi yang terjauh. Baca Juga: Kumpulan Fenomena Gerhana Bulan di 2019

Bulan purnama akan bertepatan perigee, jarak terdekat Bulan ke Bumi dalam orbitnya. Perigee adalah jarak terdekat ke Bumi. Lawan perigee itu sendiri adalah apogee (jarak terjauh dari Bulan ke Bumi). Bulan memiliki variasi jarak ini karena mengorbit Bumi bukan di jalur melingkar, tetapi elips.

Tidak semua bulan purnama pada titik perigee akan disebut sebagai Supermoon. Menurut definisi, Supermoon adalah ketika bulan purnama (atau bisa juga bulan baru), berada pada jarak kurang dari 362.000 kilometer dari Bumi.

Dengan kata lain, meskipun Bulan dalam perigee tetapi jaraknya masih lebih jauh dari 362.000 kilometer dari Bumi, maka itu tidak akan dikategorikan sebagai Supermoon. Ya benar, Nyonya ~

Beruntung untuk bulan purnama pada 19 Februari 2019. Dia diperkirakan mencapai jarak sekitar 356.856 kilometer dari Bumi. Jaraknya kurang dari "batas" kategori Supermoon, jadi kita bisa menyebutnya Bulan Purnama Supermoon!

Untuk gerhana bulan Total, bulan akan terlihat kemerahan karena sinar matahari memantulkan atmosfer bumi. Inilah sebabnya kadang-kadang gerhana bulan kadang-kadang disebut bulan darah. Pada bulan Januari, bulan purnama kadang-kadang juga disebut bulan serigala atau bulan roh besar.

(wbs)