Rays Wheels

KabarOto.com – Implementasi sistem penegakan hukum lalu lintas elektronik (E-TLE) yang telah diterapkan di Jakarta, tampaknya juga diterapkan di kota-kota lain. Salah satunya adalah kota Sidoarjo, Jawa Timur.

Implementasi sistem ETLE akan dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari Ditlantas Polri. "Sementara itu, CCTV telah dipasang di dua lampu lalu lintas di Sidoarjo. Tinggal nanti akan terhubung ke pusat komando Kepolisian Sidoarjo," kata Kasatlantas dari Polda Sidoarjo Kompol Dhyno Indra.

Pusat Data Polresta Sidoarjo

Belakangan, Kepolisian Sidoarjo akan bekerja dengan Dinas Perhubungan setempat. Sebagai langkah awal, sekarang CCTV sebagai alat utama sistem E-TLE telah dipasang di persimpangan Alun-alun dan persimpangan lima dekat Candi Pasar Larangan.

Baca Juga: Jadi Saya Tidak Bingung, Ini Berbeda E-Tiket Dengan ETLE

Sebanyak empat kamera dipasang di setiap titik. Mereka yang melanggar CCTV harus dicatat. Nomor plat pasti terlihat. Polisi kemudian menulis kepada pelanggar setelah nama dan alamat diidentifikasi.

Sensor tanda jalan

Selain itu, Dhyno menjelaskan bahwa pengendara harus mematuhi peraturan lalu lintas agar bebas dari tiket. Langkah terbaik, pengemudi setidaknya tidak melewati marka jalan dan lampu lalu lintas.

Baca Juga: Ratusan Pengendara Bertindak Sejak Awal Sistem E-TLE Berlaku

"Kami juga mendesak pengendara untuk melengkapi peralatan kendaraan, baik SIM, STNK, dan lainnya," kata Dhyno. Setelah siap, Polda Sidoarjo akan melakukan uji coba E-TLE pada pertengahan Desember 2018.

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya mengklaim, sejak awal penerapan E-TLE pada tanggal 1 November, jumlah pelanggaran lalu lintas telah menurun drastis.

Tetapi PMJ masih mengambil tindakan terhadap 600 kendaraan seminggu setelah hari pertama pelaksanaan. Dari jumlah ini, 100 di antaranya telah diberikan surat konfirmasi.