Rays Wheels

KabarOto.com – Setelah Jakarta, sistem tiket elektronik berbasis televisi tertutup (CCTV), yang dikenal sebagai penegakan hukum lalu lintas elektronik (E-TLE), akan segera dilaksanakan di Batam dalam waktu dekat.

Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Dirlantas, AKBP Roy Ardhya Candra, S.I.K., mengatakan bahwa sistem tiket elektronik yang akan dilaksanakan di Batam direncanakan akan menggunakan sebanyak 14 titik instalasi CCTV. Namun pada tahap awal hanya 8 hingga 10 CCTV yang bisa direalisasikan.

Ilustrasi CCTV untuk tiket E-TLE

"Alat-alat ini mahal, mereka tidak bisa dibeli langsung dalam jumlah besar. Jadi angsuran dulu," kata Roy.

Nantinya, CCTV akan dipasang di area yang memiliki kendaraan dan rentan terhadap pelanggaran lalu lintas.

Lebih lanjut Roy menjelaskan, "Kami juga akan bermitra dengan para pemangku kepentingan di Kepulauan Riau," jelasnya.

Sementara itu, untuk menegakkan e-Tilang, polisi akan berkoordinasi dengan pengadilan distrik.

Baca Juga: Jadi Saya Tidak Bingung, Ini Berbeda E-Tiket Dengan ETLE

"Jika ada yang melanggar, pengadilan juga tahu apa jenis kendaraan itu, nomor polisi adalah pemiliknya. Nanti, sopir hanya akan membayar," katanya.

AKBP Roy menambahkan, tidak sembarang CCTV pun bisa digunakan untuk penyelenggaraan tiket elektronik. CCTV yang digunakan harus memiliki kamera pengenalan plat nomor otomatis (ANPR) yang mampu mendeteksi pelat kendaraan.

Baca Juga: Gila! Toyota Trueno ini adalah Tawaran sebesar Rp1,7 Miliar

Selain itu, terkait dengan percepatan memaksimalkan pelaksanaan tiket elektronik, yang juga merupakan program prioritas Kakorlantas, Polda Metro Jaya meminta Pemprov DKI Jakarta memasang 50 kamera CCTV dengan E-TLE.

"Kami usulkan sekitar 50 buah. Kami akan sampaikan minggu ini," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Komisaris Yusuf, Kamis (29/11/2018). Namun, Yusuf belum menentukan poin untuk meletakkan puluhan kamera "Kami masih menentukan poin," kata Yusuf.

Di masa depan, 81 kamera E-TLE ditargetkan beroperasi pada 2019. Kamera tersebar di 25 persimpangan. "Sebanyak 81 kamera adalah anggaran Polisi Nasional untuk tahun depan, yang berbeda dari DKI," kata Yusuf.