Rays Wheels

KabarOto.com – Sejak diperkenalkannya e-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, ada 600 pengemudi yang terkena dampak.

Dari jumlah ini, 100 di antaranya telah diberikan surat konfirmasi. "Sudah ada banyak. Kurang lebih 600 orang. Yang sudah dikonfirmasi ke pelanggar sekitar 100 lebih," kata Direktur Polisi Metro, Kombes. Yusuf pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Honda Civic Type-R EK9 adalah Mobil Langka di Indonesia

Yusuf Kamerad (KO)

Data itu adalah jumlah pelanggaran yang terjadi sejak hari pertama penuntutan hingga Kamis (11/8/2018). Menurut Yusuf, 20 pelanggar telah mengkonfirmasikan kembali polisi. "Lalu mereka yang sudah menanggapi tiket atau konfirmasi itu ada sekitar 20 orang," jelasnya.

Yusuf mengatakan bahwa lebih banyak pelanggar ditemukan di daerah Sarinah, Jakarta Pusat. Hal ini disebabkan oleh lambatnya waktu sosialisasi dibandingkan dengan tiket elektronik di Bundaran Patung Kuda.

"Kemudian tentang penuntutan di Medan Merdeka (Patung Kuda) dengan Thamrin (Sarinah). Jadi karena Medan Merdeka pertama kali disosialisasikan dan pertama kali diketahui oleh masyarakat. Sekarang ada lebih banyak di Thamrin daripada di Medan Merdeka. Jadi hari-hari semakin menurun, "Jelasnya.

Baca Juga: Jadi Saya Tidak Bingung, Ini Berbeda E-Tiket Dengan ETLE

Seperti diketahui, sistem E-TLE akan berlaku pada tanggal 1 November 2018. Sebanyak 4 CCTV dipasang di Horse and Sarinah Statue Roundabout untuk mendukung implementasi sistem. Sebelum dilaksanakan, polisi telah melakukan sosialisasi dan pengujian sistem E-TLE selama bulan Oktober.

Kepolisian Daerah Metro Jaya mengklaim, jumlah pelanggaran lalu lintas menurun drastis selama masa percobaan.