Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Manajer pesantren telah dikenal sering sulit dalam pembiayaan. Berbagai cara juga dilakukan untuk menutupi kekurangan tetapi seringkali terkendala.

Sekarang mengatasi masalah yang selalu berbelit-belit, Telkomsel dan Mobisaria menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk penggerak / patriot desa digital di Jakarta. Mobisaria adalah platform digital yang menghubungkan komunitas yang ada di daerah pedesaan seperti pesantren, BMT (Baitul Mal wat Tamwil), petani, pengrajin, UKM, dan lainnya.

Dari berbagai komunitas yang disebutkan di atas, mereka yang akan menjadi tulang punggung Mobisaria adalah sekolah berasrama dan BMT. BMT adalah koperasi berbasis syariah yang pengelolaan dana bersifat komersial dan sosial.

Dadang Geminar, Pendiri dan Direktur Mobisaria mengatakan bahwa BMT menganut prinsip syariah yang melarang bunga tetapi saling menguntungkan dan bersama di antara anggota.

Kolaborasi dengan BMT dan pondok pesantren dilakukan melalui Pinbuk (Small Business Incubator Center) yang selama bertahun-tahun telah membantu membentuk dan mengembangkan banyak BMT di Indonesia.

"Kami telah bekerja dengan beberapa pondok pesantren dan BMT di Indonesia. Kami bekerja dengan Telkomsel karena sebagai salah satu infrastruktur digital terbesar di Indonesia, mereka memiliki anak perusahaan bernama TCash," kata Dadang Geminar, Pendiri dan Direktur Mobisaria dalam sebuah pers. rilis dikirim Sabtu (22/12/2018).

Sementara Rahmat Susanta Pendiri dan Direktur Pengembangan Bisnis & Marketi Mobisaria, menjelaskan Platform Mobisaria dibangun berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat pedesaan

"Pertumbuhan di daerah pedesaan sudah mulai meningkat dan pemerintah sekarang fokus pada pembangunan desa. Presiden Jokowi memiliki banyak program untuk pedesaan. Jadi kami melihat desa secara ekonomi cukup potensial. Kami melihat masalahnya adalah seperti apa masyarakat desa, mereka tidak # 39; tidak memiliki akses ke keuangan dan akses pasar, tetapi mereka juga memiliki barang berkualitas baik, "Rahmat Susanta

Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan, ada empat langkah dalam mengembangkan layanan Platform Mobisaria, yaitu E-wallet, Keuangan Mikro, E-commerce, dan solusi bisnis.

E-wallet adalah dompet elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran seperti PLN, PAM, BPJS dan pembelian kredit ponsel. Keuangan Mikro adalah aplikasi kredit mikro. E-commerce adalah aplikasi untuk transaksi pembelian online.

Akhirnya, solusi bisnis adalah aplikasi yang membantu masyarakat pedesaan untuk meningkatkan produktivitas. Semua ini akan terhubung dalam aplikasi yang nyaman, cepat dan mudah.

Dadang menekankan bahwa potensi pasar Mobisaria sangat besar, karena satu BMT dapat memiliki 10 ribu – 20 ribu anggota. Saat ini Mobisaria masih dalam tahap proyek percontohan. "Target kami untuk semua BMT di Indonesia akan diintegrasikan dengan Mobisaria, jika semua dapat terhubung dengan Mobisaria dapat mencakup sekitar 30 juta anggota, belum lagi menghitung anggota dari pesantren," Dadang menjelaskan.

Dukungan Telkomsel sebagai operator seluler adalah bagian dari misi Telkomsel untuk mengembangkan desadigital yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah pedesaan, termasuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Sebagai operator terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan ke daerah pedesaan, Telkomsel memberikan manfaat dengan membangun digitalisasi pedesaan lebih cepat.

Irfan A Tachir, GM CSR Telkomsel mengatakan bahwa desa digital yang menargetkan UKM pedesaan semakin melengkapi program CSR Telkomsel. Sejauh ini, Telkomsel memiliki, antara lain, program CSR & # 39; Indonesia Next & # 39; yang menargetkan siswa dan & lt; Dev Selanjutnya & # 39; yang ditujukan untuk pengembang aplikasi digital.