Rays Wheels

KabarOto.com – Ojek online (ojol) saat ini adalah salah satu transportasi umum favorit masyarakat perkotaan. Cepat, praktis, dan ekonomis adalah alasan orang menggunakan moda transportasi berbasis aplikasi online.

Meski begitu, jika dilihat dari sudut pandang keselamatan, kendaraan bermotor roda dua adalah yang paling rentan dan tingkat kematian korban kecelakaan. Bahkan tertinggi dibanding kendaraan bermotor lainnya.

Terlebih lagi, banyak orang ojol yang saat ini mengemudi sesuka hati dan melanggar peraturan lalu lintas, mulai dari menentang arah, memecah lampu merah, parkir sembarangan hingga membiarkan penumpang tidak memakai helm. Tentu ini sangat merugikan, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Direktur Keamanan dan Keselamatan di Korps Kepolisian Nasional, Brigjen. Pol. Chryshnanda Dwilaksana menyampaikan bahwa jalan raya yang digunakan sebagai lalu lintas ojol adalah sumber kehidupan kehidupan. Karena itu suatu masyarakat dapat hidup untuk tumbuh dan berkembang jika ada produktivitas.

Dan produktivitas ini, menurutnya, hasil dari kegiatan yang dilakukan melalui atau dengan lalu lintas. Sejalan dengan ini, lalu lintas harus aman, aman, tertib dan lancar.

"Lalu lintas menjadi aman, aman, tertib dan lancar tentu tidak akan diizinkan sesuka hati. Tidak ada lagi yang kuat untuk mendominasi atau memonopoli. Prinsip kebersamaan, prinsip kesetaraan, prinsip keterbukaan, prinsip keadilan untuk kemanusiaan tidak boleh diabaikan, "jelas Chrysnanda dalam pernyataan resmi.

Baca Juga: Dirlantas Polda Metro Jaya: Ojek Online Harus Dipesan di Jalan Raya

Lebih lanjut ia menyatakan, bahwa Ojol mampu menjadi ikon perintis keselamatan jalan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Ojol dalam mendukung lalu lintas yang aman dan terjamin.

Pertama, sistem data yang baik dari OJOL diinformasikan oleh kementerian terkait dan polisi untuk keberadaan sistem layanan ojol utama.

Kedua, sistem tarif tidak bermain pada tingkat harga, atau ada standar kepastian harga yang dapat digunakan oleh ojek yang ada.

Ketiga, sistem manajemen yang ada dapat mendukung sistem transportasi angkutan umum antar moda yang telah dan akan dibangun oleh pemerintah.

Keempat, untuk membantu pemerintah dalam mengimplementasikan program sistem tiket elektronik atau hukum lalu lintas elektronik (ETLE), penentuan harga jalan elektronik (ERP), parkir elektronik, perbankan elektronik dan sebagainya.

Kelima, memenuhi ketentuan yang menjadi standar untuk keselamatan jalan online atau terhubung secara elektronik harus dapat mendukung upaya untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, aman, tertib dan lancar.