Rays Wheels

Memuat …

JAKARTA – PT Bahasa Kita memulai pasar teknologi pengenalan suara otomatis dengan meluncurkan produk-produk Notulite yang inovatif. Sebuah inovasi baru bagaimana suara atau suara diubah dalam waktu yang cepat dan tepat untuk membentuk teks dengan akurasi sangat tinggi.

Risalah disajikan untuk memenuhi kebutuhan pasar akan sistem transkripsi otomatis berbahasa Indonesia yang cepat, akurat dan ekonomis. Untuk diketahui, Notulite memiliki empat fitur utama.

Pertama, jelaskan pembicara. Melalui fitur ini, Notulite dapat mengenali karakteristik suara pembicara sehingga dapat secara otomatis membedakan siapa yang berbicara dalam wawancara, rapat, diskusi, atau dengar pendapat.

"Kedua, fitur multi-audio. Fitur ini memberikan kebebasan untuk mengoperasikan Notulite. Suara dapat datang dari mikrofon secara langsung atau rekaman suara dengan mengunggahnya," kata Oskar Riandi, Direktur PT Languages ​​Utama Utama.

Fitur ketiga adalah fitur pengeditan selama transkripsi dan akhirnya, fitur pemformatan teks. Fitur ini berfungsi untuk menyesuaikan format penulisan sehingga cocok dengan standar ejaan dan mudah dibaca.

Oskar mengatakan, PT Bahasa Kita, yang didirikan pada tahun 2015, terus berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, terutama pemrosesan suara dan bahasa Indonesia. Risalah diharapkan untuk mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang tepat dan benar dalam pidato, pertemuan, wawancara, diskusi, ceramah, audiensi dan forum resmi lainnya. "Ini sejalan dengan Peraturan Presiden 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia," tambahnya.

Dalam perjalanannya PT Language Kita telah menerima banyak penghargaan dari pemerintah dan sektor swasta. Misalnya, dipilih sebagai startup AI di bidang teknologi pengenalan suara otomatis dan pemrosesan bahasa alami, Digitaraya Google Launchpad, 2019. Kemudian Juara 2 Tantangan Transhub, Kementerian Perhubungan, 2018.

"Kemudian pemenang pertama Solusi Bisnis XL adalah IoT Hackaton, XL Axiata, 2018; Finalis Peretasan Keuangan BCA, 2017 dan lainnya," tambahnya.

Oskar berpendapat, Indonesia memiliki bahasa pemersatu yang luar biasa. Karena itu momen untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda mengingatkan anak-anak bangsa untuk terus memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia sehingga selain digunakan sebagai bahasa persatuan 250 juta orang Indonesia, itu juga menjadi bahasa global.

"Salah satu langkah nyata yang diambil adalah memanfaatkan teknologi pengenalan suara otomatis khusus buatan Indonesia," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, pengembangan persaingan bisnis di Industry 4.0 dan globalisasi sekarang membutuhkan kecepatan pengambilan keputusan yang didukung oleh data yang lengkap dan akurat. "Pekerjaan notulen dilakukan secara manual selain membutuhkan waktu yang lama, juga banyak sumber daya. Notulen hadir untuk mempercepat proses notulen yang lengkap, sehingga produktivitas kerja dapat meningkat," pungkasnya.

(meme)