Rays Wheels

KabarOto.com – Pertamina baru saja meresmikan 7 Agen Distribusi Bahan Bakar Satu Harga di Indonesia Timur sekaligus. Lokasi tersebut meliputi, 6 titik di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 1 titik di Maluku Utara.

Keenam titik Harga Satu BBM di NTT terletak di Omesuri dan Nubatuan (Kabupaten Lembata), Wolowaru (Kabupaten Ende), Ruteng (Kabupaten Manggarai), Kodi Utara (Kabupaten Sumba Barat Daya) dan Alor Timur (Kabupaten Alor). Sementara di Maluku Utara, titik Harga BBM Satu terletak di Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai.

Juga Baca: Hingga 2024, Program BBM Satu Harga Ditargetkan 500 Poin

"Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, Pertamina telah berhasil menyelesaikan target Bahan Bakar Satu Harga dengan lebih cepat, termasuk di Indonesia Timur. Kehadiran Lembaga Penyaluran diharapkan akan semakin meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat," kata Fajriyah Usman, Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina.

Harga premium tidak lagi Rp. 100.000 per liter

Distribusi bahan bakar di Indonesia Timur, lanjut Fajriyah, dilakukan oleh Pertamina dalam berbagai moda transportasi. Di darat menggunakan mobil tangki yang harus melalui medan yang cukup berat, di laut melalui kapal dengan tantangan ombak dan cuaca ekstrem, serta perahu dan kano untuk transportasi bahan bakar melalui rute sungai.

"Terutama di daerah yang sulit dijangkau, Pertamina telah menyiapkan pesawat khusus yang membawa bahan bakar tipe ATR dengan kapasitas 4.000 liter. Semua cara kami lakukan, sehingga bahan bakar bisa didistribusikan ke ujung Indonesia," jelasnya dalam sebuah pernyataan resmi (15/10).

Mencapai area 3T

Kehadiran Satu Harga BBM di Indonesia Timur telah menurunkan harga bahan bakar, yang semula bisa mencapai Rp 100.000 per liter, sekarang sama dengan daerah lain, yaitu Rp 6.450 untuk premium dan Rp 5.150 untuk diesel.

Baca Juga: Kementerian Perindustrian dan Industri Berhasil Mengolah Limbah Plastik menjadi Bahan Bakar Setara Tenaga Surya

Harga bahan bakar di daerah perbatasan, terluar dan terpencil (3T) semakin terjangkau, sehingga harga barang dan biaya transportasi juga menurun, sehingga dapat menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Pertamina terus berusaha menyelesaikan tugasnya, tidak pernah menyerah, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dalam mendistribusikan bahan bakar di wilayah 3T. Ini adalah bentuk tanggung jawab Pertamina sebagai BUMN sehingga kehadirannya dirasakan oleh publik di seluruh negeri, "pungkas Fajriyah.