Rays Wheels

memuat …

NEW YORK – Rotasi atau rotasi kecepatan bumi yang terdeteksi setiap tahun meningkat. Ini membuat otoritas penerbangan diminta mengubah jalur navigasi penerbangan.

Seperti dilaporkan oleh laporan Nature, Senin (14/1/2019) para ilmuwan geomagnetik memutuskan untuk membuat pembaruan mendesak pada model geomagnetik dunia yang digunakan sebagai dasar dari sistem navigasi modern pada 30 Januari (Pekerjaan otoritas penerbangan AS adalah terganggu karena penutupan bagian dari kantor agen pemerintah AS).

Model bidang geomagnetik ini merupakan bagian penting dari berbagai sistem geolokasi dan merupakan dasar dari platform navigasi dalam menentukan posisi.

Sistem ini mencakup sistem navigasi kapal di laut, peta untuk sistem pelacakan lokasi pada smartphone yang kami gunakan dan banyak lagi.

Ini sebenarnya orang-orang telah menyadari hal ini pada tahun 2018. Laporan di & # 39; Nature & # 39; menyebutkan: Manusia telah menyadari bahwa metode navigasi dan penentuan posisi ini menjadi sangat tidak akurat karena hampir melampaui batas toleransi untuk keamanan navigasi.

Tidak hanya itu, bahkan menurut jurnal ilmiah & # 39; Nature & # 39 ;, beberapa hal aneh terjadi jauh di bawah permukaan bumi. Saat kutub utara geomagnetik Bumi mengalami pergeseran abnormal, ia bergerak cepat dari Kanada ke Siberia, Rusia. Ahli geologi tidak tahu mengapa fenomena ini bisa terjadi.

"Alam" dalam laporannya mengatakan: Kutub geomagnetik kutub utara bergerak sangat cepat sehingga para pakar geomagnetisme di seluruh dunia dipaksa untuk mengambil respons langka.

Jika dilihat dari perspektif Fisika, pesawat dapat terbang karena momentum dari penggerak horizontal mesin pesawat (Engine), maka peningkatan mesin ini menyebabkan perbedaan kecepatan aliran udara di bawah dan di atas sayap pesawat.

Kecepatan udara di atas sayap lebih besar daripada di bawah sayap karena jarak lapisan udara yang mengalir di sayap lebih besar dari jarak di bawah sayap, waktu perjalanan lapisan udara yang melewati sayap dan di bawah sayap adalah sama.

Jadi sepertinya pesawat bergerak lurus ke barat, karena bumi berputar ke timur. Maka kecepatan "bergerak" ke barat akan sama dengan kecepatan rotasi bumi itu sendiri.

Seperti kita ketahui, kecepatan sama dengan jarak dibagi dengan waktu tempuh. Dalam hal ini jarak diwakili oleh keliling permukaan bumi dari timur ke barat, atau lebih mudah panjang lintang. Di khatulistiwa atau garis lintang 0 °, mengelilingi bumi sekitar 40.075 km. Bumi menyelesaikan rotasi penuh dengan waktu 23,93 jam. Maka kecepatannya bisa dihitung dengan membagi keliling bumi dengan waktu tempuh.

Kecepatan pesawat = 40.075 km / 23,93 jam = 1.675 km / jam.

Lingkaran bumi berangsur-angsur menjadi lebih pendek ketika lebih jauh dari garis khatulistiwa. Sehingga semakin jauh dari garis khatulistiwa, kecepatan pesawat juga menjadi lebih rendah, hingga tidak bergerak sama sekali dan hanya berputar di tempat yang tepat di pusat poros rotasi Bumi di kutub utara dan selatan.

(wbs)