Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Sektor kesehatan dinilai masih kurang memiliki kemampuan keamanan cyber yang memadai. Bahkan, menurut Kaspersky data yang dimiliki oleh industri medis sedang ditargetkan oleh penjahat cyber di web gelap.

Dark web sendiri adalah situs terenkripsi, artinya situs seperti ini tidak dapat ditemukan melalui mesin pencari konvensional, seperti Google, Yahoo, dan sebagainya.

Untuk dapat memasuki bagian web yang tersembunyi, pengguna harus menggunakan perangkat lunak khusus seperti Tor. Tor adalah singkatan dari "the onion router" dan merupakan metode untuk menganonimkan data.

Berdasarkan penelitian dari perusahaan cybersecurity Rusia, infiltrasi rumah sakit dan layanan kesehatan adalah layanan terbaru yang ditawarkan oleh kelompok peretasan anonim.

Peneliti keamanan di Kaspersky, Seongsu Park, mengatakan setiap organisasi, individu, dan perusahaan dapat menjadi pelanggan potensial mereka karena para penjahat cyber ini menawarkan berbagai layanan.

"Dengan sektor kesehatan sedikit tertinggal dalam hal kemampuan keamanan mereka, kami telah mengamati bahwa kelompok peretasan sekarang aktif dalam mengeksploitasi fenomena ini dengan menambahkan informasi medis dan serangan rumah sakit ke daftar layanan mereka yang tersedia untuk umum di web gelap," katanya. kata selama presentasi Keamanan Cyber. Akhir pekan di Yangon, Myanmar, Kamis (5/9/2019).

Park juga mencatat bahwa catatan medis dapat dianggap lebih berharga daripada kartu kredit. Ini karena rumah sakit umumnya memerlukan kredensial pribadi dan keuangan pasien sebelum pemeriksaan atau penerimaan.

Motif para penjahat dunia maya dapat mencakup penipuan panggilan, pencurian identitas dan moneter, serta pemerasan dan pelanggaran pidana.

"Berdasarkan indikasi dan pola yang telah kita lihat dan masih lihat di web gelap, tujuan utama individu di balik kelompok peretasan ini adalah untuk menjual informasi medis ke kelompok kejahatan lain atau kepada individu yang bertujuan mengakses data medis rahasia," dia menyimpulkan.

(wbs)