Rays Wheels

KabarOto.com – Di tengah penjualan otomotif yang menurun di Indonesia, pengembangan bisnis PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor untuk merek Viar di Indonesia, telah meningkat dalam dua tahun terakhir. Segmen pasar yang diambil oleh Viar adalah kendaraan roda tiga yang memang banyak digunakan oleh bisnis mikro, kecil dan menengah.

Bahkan pemerintah daerah dan pusat sering menggunakan sepeda motor roda tiga Viar sebagai kendaraan operasional untuk layanan Pertanian, Perikanan dan Kebersihan. Pasar terbesar untuk sepeda motor ini adalah di Jawa Timur.

Baca Juga: Menyambut Sumpah Pemuda, Viar Menjual Motor Cross X 150 Rp13 Juta

Sutjipto, Direktur Pemasaran PT Triangle motorindo, mengatakan bahwa 75 persen penjualan sepeda motor Viar merupakan penjualan terbanyak di Jawa Timur. Selain itu, pengembangan pariwisata di Indonesia juga menjadikan salah satu produknya yaitu ATV yang digunakan oleh perusahaan swasta yang membuka tempat wisata di beberapa daerah.

"Kami belum terhubung dengan Kementerian Pariwisata, ke depan mungkin kami akan bekerja sama," jelas Sutjipto.

Trailer Sepeda Motor Viar Laris di Indonesia Timur.

Sementara itu, motor trail, yang merupakan salah satu produk unggulannya, banyak digunakan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Menurut Sutcipto karena daerah tersebut membutuhkan sepeda motor ini untuk menyeberang jalan di wilayah itu.

Dia juga mengomentari motor listrik Viar yang diklaim sebagai pelopor di Indonesia. Menurutnya, untuk motor listrik ini pada 2017 sudah dilakukan penelitian dan mengajukan surat uji tipe dari 2018 hingga sekarang.

Namun dia melihat, motor listrik di Indonesia tidak mudah digunakan oleh masyarakat, karena masih banyak pendakian di sini, sementara di luar negeri jalan cenderung rata.

Baca Juga: Gunakan Viar Q1, Layanan Penyewaan Sepeda Motor Vrent Hadir di Kota Bekasi

"Di sini, mesinnya adalah spec terpisah, jika kendaraan listrik adalah bagian utama dari baterai, dan torsi apa yang tepat untuk Indonesia, kami masih melakukan penelitian untuk kecepatan maksimum, saat ini masih standar, dan TKDN juga 20 persen , "jelasnya.