Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Inovasi anak-anak bangsa untuk kebutuhan tanda tangan digital diakui di seluruh dunia. Marshall Pribadi sebagai Pendiri & CEO PrivyID dihargai sebagai Endeavour Entrepreneur. Ia menjadi satu-satunya kandidat Pengusaha Endeavour Asia Tenggara yang lolos seleksi pada Panel Seleksi Internasional ke-85 yang diadakan di San Francisco, California, Amerika Serikat Rabu lalu (6/2 / 2019). Didirikan sejak 1997, Endeavour adalah organisasi internasional yang dibentuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan melalui program khusus yang dirancang untuk pengusaha terpilih.

"Merupakan suatu kehormatan bagi saya dan PrivyID untuk dipilih sebagai bagian dari Endeavour. Ini berarti bahwa inovasi regtech kami dalam menyediakan layanan tanda tangan elektronik dan identitas digital legal diakui kembali ke dunia," kata Marshall Pribadi, yang juga merupakan tokoh untuk Forbes Asia 30 Di bawah 30 tahun 2017.

Mereka yang terdaftar sebagai Pengusaha Endeavour harus memenuhi kriteria tertentu dan melalui proses seleksi yang ketat. Calon dituntut memiliki visi dan antusiasme yang besar untuk mengembangkan bisnisnya menjadi sukses. Kualitas kepemimpinan yang baik, komitmen untuk berbagi pengetahuan, dan kontribusi kepada masyarakat juga merupakan kriteria mendasar.

Bisnis yang dijalankan oleh Pengusaha Endeavour harus memiliki ide-ide inovatif yang mampu mengubah wajah industri, baik lokal maupun internasional. Selain itu, bisnis juga harus dapat menciptakan lapangan kerja yang berkualitas sambil juga memiliki potensi untuk tumbuh dengan cepat.

"Selama lima tahun, Endeavour Indonesia terus mencari pengusaha yang dapat menjadi teladan dan menginspirasi profesional muda dalam bisnis ekosistem regional. Marshall adalah pelopor dalam industri teknologi identitas digital dan tanda tangan elektronik di Indonesia. PrivyID akan mengambil peran penting dalam masa depan ekonomi modern negara ini, "kata Bambang Cahyo Susilo, Chief Service Officer Endeavour Indonesia.

Endeavour juga menilai bahwa Marshall berhasil membangun kepercayaan dari berbagai klien terkenal, termasuk perusahaan terbesar di Indonesia yang memimpin industri mereka masing-masing. "Endeavour Indonesia bangga menjadi bagian dari perjalanan Marshall dalam mengembangkan PrivyID," kata Bambang.

Endeavour mengatakan bahwa startup PrivyID yang didirikan oleh Marshall telah merevolusi identifikasi individu dari transaksi elektronik di Indonesia. Meski belum genap tiga tahun, PrivyID kini telah membantu lebih dari seratus perusahaan Indonesia yang bergerak di berbagai industri keuangan, seperti perbankan (Bank Mandiri, BRI, dan Bank CIMB), pembiayaan (Bussan Auto Finance, MPM Finance, Adira Finance, Kawan Lama Group) untuk usaha mikro ribuan wanita di pedesaan melalui Tekfin Amartha.

Teknologi yang ditawarkan oleh PrivyID dianggap mampu memberikan kenyamanan, keamanan dan efisiensi bagi hampir 3 juta pengguna. Pada saat yang sama membantu memajukan ekonomi digital Indonesia.

Selama dua bulan, Marshall menjalani proses penilaian dan wawancara mendalam dengan sejumlah mentor Endeavour Indonesia dan mentor regional Asia. Marshall mempresentasikan inovasi, rencana bisnis, potensi pertumbuhan bisnis, tantangan dan peluang bisnis, dengan kualitas pribadinya di hadapan juri, Davids Tjhin (Mitra dan Managing Director Boston Consulting Group Indonesia), Gunawan Susanto (Presiden Direktur IBM Indonesia), Bernd Waltermann (Mitra Senior dan Direktur Pelaksana Boston Consulting Group Singapura), Yulia Yasmina (Mitra di EY Indonesia), Budiman Goh (Direktur Bisnis Internasional Garudafood), dan Iwan Atmawidjaja (Pemimpin Konsultasi Deloitte Indonesia)

Setelah lolos di tingkat nasional dan regional, Marshall kemudian menjalani wawancara dan menilai dengan sejumlah mentor Endeavour global di panel seleksi internasional. Terpilihnya Marshall sebagai Pengusaha Endeavour ke-43 dari Indonesia membuatnya bergabung dengan 1.824 Pengusaha Endeavour seperti Achmad Zaky (Pendiri Bukalapak), Adrian Gunadi (CEO Investree), dan Niki Luhur (Presiden Direktur Kartuku & Ketua AFTECH). Sebagai Pengusaha Endeavour, Marshall akan menerima akses ke mentoring, jaringan, dan investasi eksklusif dari pengusaha skala global.

(mim)