Rays Wheels

KabarOto.com – Pemerintah Indonesia, saat ini terus mendorong pembangunan infrastruktur di beberapa daerah, mulai dari pembangunan jalan tol di Kalimantan, Sulawesi, hingga jalan raya di Papua. Di Pulau Jawa sendiri, salah satu hal yang telah dilakukan adalah pembangunan Jalan Tol Trans Jawa.

"Beberapa bulan yang lalu Jalan Tol Trans Jawa diresmikan dari Merak ke Pasuruan, dan kami akan melanjutkan ke Banyuwangi melalui jalur tengah. Hari ini kami memulai pembangunan jalan tol dari Semarang ke Surabaya di jalur utara," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Baca Juga: Menikmati Karya Akira Nakai di Porsche RWB 08

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dalam pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 27 Km, akan diintegrasikan dengan Tembok Kota Semarang.

"Pada tahap awal kami membangun Semarang-Demak dikombinasikan dengan tanggul laut serta untuk mengatasi rob di Semarang," kata Basuki.

Sekaligus menanggulangi rob di Semarang

Pengembangan ini sendiri dilakukan melalui skema Pemerintah dan Badan Usaha (KPS) dengan investasi Rp 15 triliun.

Selanjutnya, Jalan Tol Semarang-Demak akan dilanjutkan ke Kudus-Pati-Rembang-Lasem-Tuban. Selain itu, jalan tol juga akan dibangun yang akan menghubungkan Kendal dengan Pelabuhan Semarang.

Jaringan jalan tol yang semakin terhubung di Jawa, juga akan membawa banyak perubahan dalam perilaku masyarakat.

"Sekarang ada perjalanan di Surabaya khusus ke Solo untuk kuliner. Kehadiran jalan tol juga mengubah perilaku pengusaha, karena bongkar muat barang tidak hanya di Pelabuhan Tanjung Priok tetapi bisa dibawa ke Semarang," katanya dijelaskan.

Danang saat memberikan penjelasan

Sementara itu, Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak akan meningkatkan konektivitas dari Semarang ke Demak, ke Gresik dan Surabaya. Selain itu, juga akan merevitalisasi kawasan industri yang ada di sekitar kawasan itu, termasuk di kawasan Jawa Tengah.

Baca Juga: Galeri Foto AElegance Concours Jakarta D

"Setelah jalan tol dibangun dan terhubung ke kawasan industri, banjir pasang surut tidak akan lagi terpengaruh, sehingga dapat menghidupkan kembali ekonomi masyarakat dan industri barang dan jasa yang ada," kata Danang.

Pembangunan jalan tol 27 Km ditargetkan memakan waktu dua tahun. Lahan yang dibutuhkan untuk membangun Jalan Tol Semarang-Demak mencakup area seluas 1.887.000 meter persegi, dan dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruas I Kota Semarang dan Ruas II Kabupaten Demak.