• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: £0.00

Latest News

Pemerintah Menjamin Faktor Keamanan Vaksin Sebagai Prioritas Nomor …

Memuat …

JAKARTAVaksin Merah Putihadalah vaksin Covid-19 yang dikembangkan menggunakan isolat virus yang ditularkan di Indonesia. Pengembangan benih vaksin dilakukan oleh tenaga ahli Indonesia, dan sudah memasuki tahap produksi akhir.(Baca Juga; Arus Lalu Lintas Flyover Jakarta Cikampek Arah Bandung Teramati Padat)

Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengakui akan sangat berisiko jika Indonesia hanya mengandalkan vaksin yang diimpor dari luar negeri.(Baca Juga; Ini Kondisi Arus Lalu Lintas Tol Jagorawi Pagi Ini)

“Kita harus punya kemampuan tidak hanya untuk berproduksi, tapi juga pada tahap penelitian dan pengembangan. Setelah diidentifikasi, saat ini ada enam lembaga yang mengembangkan vaksin Covid-19,” jelas Bambang dalam keterangan resminya.

Pasca keluarnya Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Virus Corona 2019 (Covid-19), terdapat enam lembaga yang sedang mengembangkan Vaksin Merah Putih.

Keenam lembaga tersebut adalah LBM Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).

“Kemungkinan tercepat adalah yang dikembangkan oleh Eijkman Institute, prosesnya pada bulan Oktober sedang dipersiapkan untuk uji coba pada hewan. Diharapkan bisa selesai dan mudah-mudahan akhir tahun nanti hasilnya memuaskan,” imbuh mantan. Kepala Bappenas.

Lebih lanjut, kata Bambang, benih vaksin yang diujicobakan pada sel hewan akan diserahkan kepada Bio Farma selaku pihak yang nantinya akan melakukan produksi skala kecil untuk uji klinis tahap 1, 2, dan 3.

Pada tahap uji klinis, Bio Farma bertindak sebagai sponsor eksekutif Litbangkes. Sementara itu, BPOM sebagai regulator mengeluarkan izin edar jika vaksin tersebut telah selesai uji klinis.

Scroll to top