Rays Wheels

Cikarang – Industri otomotif di negara ini semakin kompetitif di arena global, dengan sejumlah produsen yang secara agresif menembus pasar ekspor. Ini tidak terlepas dari peningkatan investasi yang membantu memperdalam struktur manufaktur sektor ini.

"Seperti yang dinyatakan berulang kali oleh Presiden Joko Widodo, pengembangan ekspor hanya bisa dilakukan karena investasi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (26/9).

Dalam hal ini, pemerintah memberikan apresiasi kepada PT. SGMW Motor Indonesia yang telah dapat mengirimkan produknya ke luar negeri. "Kami sangat menghargai, karena dalam 20 bulan, investasi yang dilakukan oleh SGMW telah dapat memasuki pasar ASEAN," kata Menteri Perindustrian.

Pada upacara yang dihadiri oleh Menteri Perindustrian, kemarin, PT. SGMW Motor Indonesia meresmikan ekspor produk SUV pertamanya ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Acara yang bertajuk "Bersama dengan Indonesia untuk Dunia" yang diadakan di pabrik Wuling, Cikarang Tengah merupakan tanda dimulainya pengiriman unit ke Thailand, Brunei Darussalam dan Fiji.

Airlangga menegaskan, langkah yang diambil oleh PT. SGMW Motor Indonesia, juga membuktikan bahwa Indonesia telah menjadi basis produksi sektor industri otomotif di tingkat ASEAN. "Dari hasil SGMW, yang menginvestasikan hampir Rp9 triliun di Indonesia, mereka telah membangun cluster produksi mereka," katanya.

Padahal, melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi, perusahaan mampu mencapai produktivitas yang optimal. "Karena, dalam dua tahun, pangsa pasar mereka sudah bisa menyentuh 5%. Ini prestasi luar biasa," tambahnya.

Menurut Airlangga, PT. SGMW Motor Indonesia, yang telah beroperasi sejak 2017, telah menyerap 900 pekerja langsung. Jika ditambah dengan pekerja dari perusahaan pemasok dan 100 distributor yang memasuki ekosistem bisnis, diperkirakan menyerap hingga 5.000 orang.

"Kami juga menghargai pabrik SGMW di Cikarang yang telah mengintegrasikan sistem teknologi manufaktur terbaru, dengan kapasitas produksi 120.000 unit per tahun dan hingga saat ini telah menghasilkan empat merek mobil," jelasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, penjualan Wuling meningkat dari 5.050 unit pada 2017 menjadi 17.002 unit selama 2018, meningkat 236,7%. PT. SGMW Motor Indonesia menargetkan ekspornya mencapai 2.600 unit pada akhir 2019.

"Selain ingin menjadikan Indonesia basis ekspor kami ke kawasan ASEAN, kami juga terus mendorong komitmen PT SGMW dalam upaya meningkatkan konten lokal di atas 60-70%," katanya.

Presiden Wuling Motors, Xu Feiyun menyampaikan bahwa partainya bertekad dalam jangka panjang untuk menjadikan pabrik Wuling di Indonesia sebagai pilar bagi otomotif dunia. "Dimulainya kegiatan ekspor membuktikan bahwa produksi anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat global," katanya.

Karena itu, Wuling terus meningkatkan produksi di berbagai lini andalan, hingga mencapai lebih dari 30.000 unit yang menjangkau konsumen Indonesia. Tercatat, ada empat model kendaraan yang dibuat di pabrik Cikarang, seri Confero yang merupakan MPV pertama Wuling, seri Cortez yang bermain di segmen Medium MPV, Formo untuk pasar Kendaraan Komersial Ringan, dan Almaz sebagai Smart Teknologi SUV.

Dengan menerapkan Global Manufacturing System (GMS), Wuling memastikan bahwa pabriknya kompeten untuk mencapai efisiensi proses produksi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di tingkat internasional. Pabrik Wuling didukung oleh empat fasilitas produksi yang terintegrasi dengan taman pemasok yang terletak di lahan seluas 60 hektar.

Gam, Kemenperin, Youtube: Bang Koboi

Seperti ini:

Seperti Memuat …