Rays Wheels

Memuat …

TANGERANG – Penjualan truk di Indonesia meningkat. Berbagai merek tentu saja saling bersaing sehingga produknya laris manis di pasaran. Peningkatan ini tentunya dibarengi dengan kebutuhan jumlah pengemudi. Sayangnya, jumlah pengemudi di Indonesia masih dianggap kurang.

Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo mengatakan penjualan Hino pada 2018 akan mencapai 40 ribu unit. Artinya, dibutuhkan 40 ribu pengemudi juga untuk mengoperasikannya.

Pengemudi tidak bisa hanya tahu cara mengemudi. Tetapi harus memiliki kualitas lebih dari itu.
Untuk meningkatkan kualitas, Hino memberikan pelatihan kepada pengemudi perusahaan yang menggunakan produk mereka.

"Kegiatan ini dilakukan sebagai filosofi dari Hino, yaitu dukungan total kepada pelanggan. Tidak hanya dari produk, tetapi juga dari pengemudi," kata Santiko, ketika ditemui di sebuah seminar di Pusat Pelatihan Hino, Tangerang, Jumat (6/6). 10/10/2019).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, saat ini setidaknya ada 7 juta truk di Indonesia. Tentu saja membutuhkan banyak penyerapan tenaga kerja juga.

"Pengemudi juga harus berkualitas. Kualitas pengemudi harus memiliki kemampuan, pengetahuan, sikap," kata Budi.

Meskipun tugas kementeriannya fokus pada keselamatan kendaraan, Budi mengakui bahwa ia sering bekerja sama dengan berbagai Agen Pemegang Merek (APM) untuk meningkatkan pendidikan pengemudi.

"Dalam RUNK (National General Safety Plan) tanggung jawabnya adalah membentuk pengemudi yang diselamatkan oleh Kepolisian Nasional. Tapi semuanya harus turun," tambah Budi.

Budi melanjutkan, pengemudi juga harus memiliki sertifikasi keahlian untuk membuktikan kompetensinya. Saat ini pemerintah mendorong ke arah itu. "Sudah dieksplorasi kerjasama dengan BNSP (Badan Sertifikasi Profesi Nasional). Kami berharap ini akan menjadi syarat untuk memasuki perusahaan," katanya.

(wbs)