Rays Wheels

KabarOto.com – Setiap acara Kustomfest, Lucky Draw selalu hadir. Penampilannya selalu ditunggu oleh semua pengunjung setia acara tahunan ini. Lucky Draw ini selalu menjadi misteri, karena setiap pengunjung hanya diberi informasi bahwa ada Lucky Draw, tanpa diberi tahu motor apa yang harus diberikan.

Dalam Kustomfest 2019 dengan tema Back to the Roots, Lulut Wahyudi dan Tim Retro Classic Cycles menyajikan Lucky Draw yang dibuat berdasarkan inspirasi, pengalaman, dan filosofi mendalam yang digabung menjadi satu, dan dituangkan ke dalam sebuah motor bernama "Ontoseno ".

Juga Baca: Desain Sepeda Motor HD Pesawat Tempur Dapat Dimiliki oleh Pengunjung Kustomfest 2018

Bingkai Ontoseno diambil dari Triumph T140 Bonnevile 750

Flat Track Motorcycle Style dipilih karena sesuai dengan program yang pertama kali disajikan di Kustomfest, the Flat Track Race. "Ada konektivitas antara lucky draw dan program perdana di Kustomfest tahun ini," jelas Lulut.

Kerangka Ontoseno diambil dari Triumph T140 Bonnevile 750, sepeda motor buatan Inggris paling sukses di dunia. Tenaga motor ini sangat populer di dunia balap, terutama ketika Balap TT Produksi (Tourist Trophy) adalah balapan yang sangat bergengsi, dan di Balap TT itu nama Bonneville menjadi terkenal.

Masih ada balap DNA di Triumph T140 Bonnevile.

Tidak salah jika Ontoseno mengusung tema Flat Track, karena masih ada balap DNA di Triumph T140 Bonnevile.

Landasan pacu mesin Ontoseno dipilih menjadi mesin Triumph T140 dengan kapasitas 750cc, untuk menjadi ganas di trek sementara mampu melibas berbagai tantangan.

Motif kotak-kotak di sektor tangki bahan bakar adalah refleksi visual dari sosok Ontoseno sejati yang menggunakan pola kotak-kotak.

Baca Juga: Bersiaplah, Kustomfest Siap Diadakan Di Yogyakarta Akhir Pekan Ini

Ontoseno adalah Satria Pandawa, putra Werkudoro (Bimo) yang mengorbankan dirinya untuk kemenangan dan kemuliaan Pandawa dalam perang Baratayudha.

"Saya menerapkan pengorbanan ini untuk kebaikan bersama di Ontoseno, yang berupa sepeda motor khusus yang menganut gaya Flat Race," tutup Lulut.