Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Nissan Indonesia kembali menerima penghargaan luar biasa dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai – Kantor Layanan Utama Tanjung Priok Tipe A, sebagai "Mitra Pabean Utama Tahun 2018".

Penghargaan ini diterima pada 12 Desember 2018, pada kegiatan kopi pagi Kemitraan Bea Cukai 2018, sebuah agenda rutin yang dilakukan oleh bea cukai, sebagai tempat komunikasi antara bea cukai dan importir / importir / eksportir dan asosiasi.

"Mitra Pabean Tahun 2018" diberikan kepada Nissan Indonesia sebagai hasil keseluruhan penilaian terbaik, di antara lebih dari 200 perusahaan Mitra Utama Pabean.

Penghargaan ini melanjutkan pencapaian Nissan Indonesia sebagai Importir Mitra Pabean Terbaik di Penghargaan KPU 2018 dalam Peringatan 11 tahun Kantor Layanan Utama Tipe A di Tanjung Priok, pada Juli 2018.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas penghargaan luar biasa ini. Ini merupakan apresiasi atas kinerja bisnis kami untuk mempertahankan Nissan Indonesia sebagai Importir Mitra Utama Pabean terbaik di Indonesia," Isao Sekiguchi, presiden direktur PT. Nissan Motor Indonesia,

"Melalui pencapaian ini, kami berharap dapat terus menjaga citra positif perusahaan kami dalam lingkup pemerintahan, terutama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta di asosiasi dan perusahaan yang mengekspor dan mengimpor."

"Pada kesempatan 2018 Mitra Pabean Main Morning Coffee (MITA) kami memberikan penghargaan Mitra Utama Pabean Tahun 2018, antara lain, kepada PT. Nissan Motor Indonesia. Penilaian ini didasarkan pada sebagian besar pengguna PEB Internet Data Elektronik (PDE), waktu hunian terpendek, akurasi pengiriman laporan bulanan yang disampaikan langsung oleh perusahaan PIC, dan tidak ada pelanggaran bea cukai, "tambah Dwi Teguh Wibowo, kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok.

Kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian oleh KPU Bea dan Cukai Tipe Tanjung Priok adalah sebagai berikut:

1. Jangan melakukan pelanggaran di bidang Bea Cukai
2. Tidak melakukan kesalahan saat mengirim data PIB (Pemberitahuan Impor Barang)
3. Dwelling Time
4. Menyampaikan Laporan Bulanan tepat waktu baik melalui email atau langsung tanpa melalui pihak ketiga.
5. Kirim Certificate of Origin (COO) secara langsung tanpa melalui pihak ketiga.
6. Ambil peran aktif dalam perubahan dan / atau peningkatan yang dilakukan dalam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, baik perubahan peraturan dan sistem, misalnya penerapan Pertukaran Data Elektronik melalui internet.

(wbs)