Rays Wheels

Memuat …

HAMAMATSU – Suzuki Motor Corporation (SMC) menyatakan komitmennya terhadap keberadaannya di Indonesia. Bahkan, Indonesia telah menjadi pilar ketiga kekuatan Suzuki global setelah Jepang dan India.

Ei Mochizuki, General Manager Departemen Perencanaan Strategis PT Suzuki Indomobil Sales, mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi Suzuki. "Pasar industri otomotif di Indonesia terus tumbuh dari tahun ke tahun dan akan terus tumbuh. Ini juga merupakan peluang besar bagi Suzuki," kata Ei Mochizuki. Pasar yang terus tumbuh adalah alasan utama mengapa Suzuki ingin memperkuat dan memperluas bisnisnya di Indonesia. Selain mobil, sepeda motor Suzuki dan motor tempel (mesin tempel untuk kapal) juga memiliki potensi pasar yang cukup besar di negara ini.
Alasan lain adalah karena SMC telah menutup pabriknya di China dan Amerika Serikat (AS) beberapa tahun yang lalu. China dan AS dianggap tidak cocok untuk produk mobil Suzuki yang difokuskan pada produksi mobil mini dan kompak. Di mana kedua negara lebih suka mobil besar.

Selain itu, pasar otomotif di Eropa sudah jenuh dan tidak berkembang. Jadi SMC memutuskan untuk fokus pada Asia. "Dan Asia, negara apa lagi kalau bukan Indonesia? Apalagi Suzuki sudah punya nama di Indonesia," jelasnya. Suzuki telah melakukan bisnis di Indonesia selama 50 tahun dan sekarang sangat dekat dengan masyarakat. Jadi wajar saja, Indonesia sangat masuk akal untuk menjadi pilar Suzuki berikutnya setelah Jepang dan India.

Data SMC menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam produksi mobil Suzuki. Meski angkanya naik turun, namun secara total angkanya cukup besar. Misalnya, dalam lima tahun terakhir, tercatat produksi mobil Suzuki terbesar pada 2014 dengan 158.000 unit. Ukuran produksi Suzuki pada saat itu didukung oleh prestise Ertiga yang sedang booming di masyarakat. Berturut-turut pada 2015 (130.000 unit mobil), 2016 (110.000 unit), 2017 (121.000 unit), dan 2018 (116 unit). Peningkatan produksi pada 2017 didukung oleh munculnya sejumlah kendaraan Suzuki baru mulai Ignis, Baleno dan SX4 S-Cross, dan Suzuki New Carry Pick Up. Saat ini ada empat pabrik Suzuki di Indonesia dengan total kapasitas produksi 240.000 per tahun. Mereka tersebar di Cikarang, Tambun 1 dan Tambun 2, dan Cakung. Ada sejumlah mobil yang dibuat di sana, termasuk Suzuki Ertiga, APV, dan Carry.
Penjualan terkait mobil Suzuki di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 109.000 unit. Sedangkan secara global, penjualan Suzuki pada 2018 adalah 3,3 juta unit. Tahun sebelumnya, 2014 (148.000 unit), 2015 (116.000 unit), 2016 (88.000 unit), dan pada 2017 mencapai 120.000 unit.

(wbs)