Rays Wheels

KabarOto.com – Bisa dibilang, banyak pemilik mobil tidak mengetahui komponen yang satu ini, yaitu power steering. Salah satu alat penting dalam sebuah mobil, sepertinya tidak terlihat jika tidak rusak.

Padahal, power steering juga butuh perawatan! metode itu ternyata mudah. Raka Ferdynanza, pemilik bengkel spesialis power steering, Stirindo Utama, mengatakan bahwa power steering saat ini yang digunakan dalam mobil memiliki dua jenis, yaitu hidrolik dan listrik (Electronic power steering).

Baca Juga: Layar Digital Mobil Rusak? Bagaimana Anda bisa memperbaikinya?

"Keduanya membutuhkan perawatan agar lebih tahan lama," kata Raka saat ditemui KabarOto. Dia juga menyarankan agar pemilik mobil dengan power steering tipe hidrolik secara teratur mengganti oli mereka.

Oli power steering harus diganti secara teratur

"Mengganti oli power steering secara rutin mampu memperpanjang umur komponen ini. Idealnya, penggantian dilakukan setahun sekali," jelasnya. Penggantian dilakukan dengan mengeringkan minyak secara menyeluruh dengan perangkat vakum.

Minyak yang buruk dapat merusak karet di rak kemudi

"Untuk mengisi ulang, dibutuhkan sekitar 2,5 liter minyak. Biaya terjangkau hanya Rp 300 ribu, berlaku untuk semua mobil," tambah pria ramah itu. Jika oli tidak diganti secara rutin, itu akan menyebabkan karet atau seal menjadi rapuh.

Air adalah musuh utama EPS

"Oli power steering, jika tidak diubah dalam waktu lama, dapat berubah, dari warna yang sebelumnya merah jernih, akan keruh karena terkontaminasi dengan kotoran. Itu dapat menyebabkan karet di rak mengarahkan ke rusak dan akhirnya bocor, "kata Raka, beralamat di Jl. Kolonel Sugiono No.28 Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baca Juga: Mana yang Benar? Minyak rem atau minyak rem?

Seperti halnya power steering tipe EPS, perawatannya jauh lebih mudah. "Kalau EPS paling penting, jangan sampai kena air, apalagi kena banjir. Masalahnya dia menggunakan listrik," kata Raka.

Jika tetap putus asa, kerusakan paling parah akan memengaruhi dinamo pengendaraan. "Jika sudah mengenai, setir tidak akan bekerja, karena akan sangat berat ketika dibelokkan, biaya suku cadang terlalu mahal, sampai jutaan bergantung pada mobil," pungkasnya.