Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Teknologi artificial intelligence (AI) berhasil mendeteksi skema kejahatan penipuan yang memanfaatkan kelemahan keuangan digital atau fintech. Kasus ini juga sudah diserahkan ke Polisi.

Seperti diketahui, popularitas platform fintech di negara ini sedang meningkat. Ini menciptakan celah bagi seseorang untuk melakukan penipuan.

Mereka mencoba mengajukan pinjaman menggunakan data orang lain. Ini terdeteksi oleh sistem pengiriman Cashwagon. Sistem yang terdiri dari AI, Machine Learning, dan Big Data menemukan aplikasi yang mencurigakan oleh sindikat untuk menipu.

"Kasus-kasus yang kami temui sangat berbahaya karena mereka menggunakan data asli orang lain, sehingga reputasi orang tersebut dapat menjadi buruk nantinya," kata CEO PT Kas Wagon Indonesia, yang mengoperasikan platform Cashwagon. , Asri Anjarsari, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Menelusuri Penipu
Asri menjelaskan, menurut sistem pemrosesan aplikasi Cashwagon, pelaku penipuan mencoba mengajukan pinjaman kepada pemberi pinjaman menggunakan dokumen asli orang lain. Sindikat penipuan ini memberikan pinjaman dari berbagai perangkat dengan lokasi geografis yang berbeda.

Berdasarkan jejak digital yang diperoleh, platform Cashwagon memungkinkan untuk melacak pola kriminal dan menentukan identitas penipu dan lokasi mereka.
Bekerja sama erat dengan polisi kejahatan dunia maya, Cashwagon berhasil menghasilkan bukti kuat untuk mengungkap kasus penipuan ini.

Detail kasus dilindungi dari pengungkapan publik, tetapi Cashwagon terus bekerja dengan polisi kejahatan dunia maya Indonesia untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan menuntut penipu.
Prioritas utama Cashwagon adalah keselamatan pelanggannya sehingga perusahaan berupaya keras untuk melindungi mereka.

"Bertujuan untuk menjadi mitra yang andal dan konsisten, Cashwagon bertindak kuat untuk melindungi pelanggannya dan mencegah mereka dari penipuan. Sekecil apa pun, kasus penipuan harus diproses secara hukum," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, kerja sama yang erat dengan Polisi dan kepatuhan yang ketat terhadap peraturan di Indonesia memungkinkan Cashwagon untuk menindak kasus penipuan yang dilakukan oleh penjahat dan sindikat penipuan. Kebijakan anti-penipuan internal Cashwagon sepenuhnya dilakukan untuk memenuhi persyaratan OJK. Ini juga dirancang untuk memberikan layanan keuangan yang sehat dan dapat diandalkan kepada publik, melindungi kepentingan investor secara keseluruhan dan mencegah kejahatan.

"Kami akan terus melindungi pelanggan kami dan bekerja dengan polisi kejahatan dunia maya untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech," janji Asri.

(mim)