Rays Wheels

KabarOto.com – Tepatnya 62 tahun, Astra aktif di Indonesia. Dengan 226 perusahaan di bawah tujuh lini bisnis, yaitu Otomotif, Layanan Keuangan, Alat Berat, Penambangan, Konstruksi dan Energi, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi, dan Properti, Astra kini didukung oleh 226.140 anak yang bekerja di dalamnya.

Direktur Utama PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam sambutannya mengatakan tema peringatan 62 tahun Astra adalah Menginspirasi Bangsa. "Kami menganggap tema ini relevan dalam konteks dinamika sosial, politik, dan ekonomi pada tahun 2019. Selalu mendorong dan mempertahankan Astra sebagai institusi sehingga dapat terus menginspirasi negara ini adalah sesuatu yang harus terus diperjuangkan oleh Orang-orang Astra di semua bagian Indonesia, "kata Prijono.

Setelah ground breaking pada 10 Desember 2013 dan terus topping pada 20 Februari 2017, Menara Astra hari ini diresmikan.

Juga Baca: Astra UD Trucks Mengajukan 22 CQE 280 Unit Truk Quester

Dibangun di atas tanah 1,1 hektar di jantung ibu kota, Menara Astra memiliki 47 lantai konstruksi dan fasilitas pendukung ritel tiga lantai dan enam lantai basement. Dengan lantai pemasaran yang menyumbang lantai 63, ketinggian Menara Astra mencapai 261 meter dan menjadikan Menara Astra bangunan tertinggi keempat di Jakarta.

Menara Astra juga memenangkan Building and Construction Authority Green Mark Platinum Certificate karena diklaim memiliki efisiensi energi 40% atau lebih dibandingkan dengan gedung pencakar langit pada umumnya. Selain itu, Menara Astra dilengkapi dengan gedung pertemuan dengan kapasitas hingga 1.500 orang.

Salah satu keunikan lain dari Menara Astra adalah keberadaan Galeri Astra, yang merupakan ekspresi dari perjalanan dan pencapaian Astra dengan masyarakat Indonesia. Mulai dari filosofi perusahaan, aspirasi Astra untuk mencapai kesejahteraan bersama bangsa, perjalanan Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia (SATU Indonesia) hingga tujuan Astra untuk menjadi bangsa perusahaan yang bangga pada tahun 2020, yang diubah menjadi mural dinding dan patung melalui tangan seniman terbaik Indonesia. Para seniman yang terlibat adalah Dolorosa Sinaga, Mangu Putra, Heri Dono, Agus Suwage, Chusin Setiadikara dan Budi Lim sebagai arsitek.