Rays Wheels

memuat …

BEKASI – Ketua Umum Motor Indonesia Besar (MBI), Satrio Nur Rachmanto (Rio Castello) meresmikan administrator bab MBI Bekasi di Hotel Lippo Sahid Jaya Ballroam, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/10). Peresmian pengelolaan Kapitel Bekasi dihadiri oleh 22 komunitas klub sepeda motor lokal.

Bahkan, pelantikan juga disaksikan langsung oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina MBI dan dihadiri oleh Kepala Penasihat MBI, Kombes Putu Putera Sadana dan puluhan pengurus BMI. dan anggota dari wilayah Jawa dan sekitarnya.

Ketua MBI Bab Bekasi, Afif Farisi mengatakan, peresmian MBI Bekasi diharapkan dapat membuat 36 anggota MBI Bekasi semakin solid di masa depan. "Hal pertama yang harus kita tegakkan dan menjadi nyaman, tentu saja anggota komunitas ini akan meningkat," katanya.

Saat ini manajemen dari Bab MBI Bekasi dipimpin oleh Afif Farisi, dengan Sekretaris Moses Sidabutar, Bendahara 1 Putranto Hari, Bendahara 2 Muhammad Nasir, dan didukung oleh beberapa bidang yang membantu kegiatan operasional MBI Community Bekasi Chapter.

Muhammad Iqbal bersama dengan Sigit dan Dudi menjadi dewan Touring Division 1, 2 dan 3.

Kemudian Azis Pelor dan Danu sebagai administrator dari Urusan Sosial 1 dan 2 dan Tony, sebagai manajemen Sektor Bisnis. Bab MBI Bekasi dibentuk pada 30 Juli 2018 dan saat ini memiliki 36 anggota. Anggota komunitas ini berasal dari berbagai merek dan model sepeda motor besar mulai dari kapasitas mesin 400 cc ke atas.

Menurutnya, dengan manajemen resmi MBI yang diresmikan, pihak MBI Bekasi sudah memiliki rencana ke depan. Misalnya, MBI Bekasi dalam waktu dekat akan menggelar sedekah ke Garut dengan menggelar layanan sosial donor darah. "Kemudian pada bulan Desember kami akan mengadakan aktivitas keselamatan berkendara," katanya.

Ketua Umum Motor Indonesia Besar (MBI), Satrio Nur Rachmanto mengatakan, saat ini ada 1.200 anggota MBI di seluruh Indonesia. Dengan peresmian MBI Bekasi, MBI telah memiliki delapan Bab di Indonesia. "Selanjutnya MBI akan menambah empat bab berikutnya," katanya.

Penambahan Bab ini meliputi: Bogor, Jawa Timur, Sumbawa, dan Pekan Baru. Jadi, total Bab MBI menjadi 12 Bab. Sedangkan Bab yang telah aktif dan telah berjalan, manajemen termasuk dua di DKI Jakarta, Cirebon, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung dan Bali.

Ketua Dewan Pembina MBI, Bambang Soesatyo mengatakan, sebagai pelatih ia berharap MBI bisa menjadi contoh bagi klub-klub klub lain di negara tersebut. "Saya memberikan apresisi, semakin banyak klub seperti ini dilahirkan, akan membantu negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan," katanya.

Mantan Ketua Komisi III DPR berharap bahwa dengan hobi bermobilitas bersama, itu harus digunakan sebagai alat untuk memperkuat persaudaraan dan memperkuat persatuan nasional. Persaudaraan di antara sesama bikers juga harus dibangun atas dasar kesetaraan, terlepas dari perbedaan dalam status sosial.

Dia juga mengundang semua anggota MBI untuk menjaga kesopanan dan mendorong ketertiban dan berkendara. Citra seorang pengemudi sepeda motor besar yang dianggap nekat dan arogan di jalan harus dihapuskan. "Kami harus memberikan contoh lalu lintas tertib di jalan. MBI harus menjadi pelopor keselamatan lalu lintas," katanya.

Meski begitu, tidak mudah mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap pengendara motor besar. Oleh karena itu, kerjasama dari semua komunitas dan pengguna sepeda motor besar mutlak diperlukan. "MBI harus merangkul komunitas sepeda motor besar lainnya untuk bersama-sama berkampanye demi keselamatan berkendara," katanya.

(wbs)