Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Setelah secara resmi mencabut penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk PT Internux (Bolt), Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memantau pelaksanaan pengembalian kredit dan kuota untuk pengguna modem Bolt.

Menurut Penjabat Kepala Biro Komunikasi dan Informasi, Ferdinandus Setu, hingga hari ini, 3.321 pengembalian uang telah ditransfer ke pelanggan. "Dengan rincian 2.581 proses pengembalian dana melalui outlet dan 740 proses pengembalian uang online," kata Ferdinandus melalui pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Selanjutnya, katanya, hingga saat ini kantornya telah menerima laporan outlet layanan langsung untuk pelanggan di 28 lokasi. Sebanyak 25 outlet di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi dan 5 outlet lainnya di Medan, Sumatera Utara.

Pelanggan dapat melakukan pengembalian uang dengan mengirimkan perangkat dan atau kartu. Selain itu, pelanggan diminta untuk menunjukkan KTP / SIM asli mereka, menyerahkan salinan kartu identitas mereka, dan menyiapkan nama dan nomor rekening bank mereka sesuai dengan kartu identitas mereka.

Selain itu, menurut lelaki yang akrab disapa Nando, sejak Jumat 28 Desember 2018 sore, kedua operator di bawah payung Lippo Group telah menutup pusat operasi jaringan radio inti (NOC).

"Kedua operator (Bolt dan First Media) telah mematikan radio inti NOC sehingga tidak ada lagi transmisi frekuensi menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz," pungkasnya.

(mim)