Rays Wheels

KabarOto.com – Pernah melihat mobil mogok dengan kap terbuka yang disertai dengan asap putih yang mengepul? Kemungkinan besar ini terjadi karena radiator tidak dirawat sehingga suhu mesin terlalu panas.

Radiator adalah salah satu komponen pendukung sistem pendingin mesin mobil. Namun sering kali pemilik mobil lalai dalam merawat komponen radiator. Untuk menghindari masalah mesin yang terlalu panas, perhatikan radiator mobil Anda dengan melakukan langkah-langkah berikut:

Periksa Volume Air

Jika kondisi mesin panas atau pada suhu tinggi, maka di dalam radiator akan ada tekanan air yang tinggi. Kemudian air ini akan menekan yang ada di tutup radiator, yang kemudian dialirkan ke reservoir.

Selalu mencoba pada level penuh

Sebaliknya, jika suhu pada mesin telah turun, vakum akan menyedot air radiator kembali. Jadi yang perlu dipastikan adalah bahwa volume air di tabung waduk selalu pada batas yang telah ditentukan.

Jangan Isi Air Mineral / Ketan

Jika volume air di tabung reservoir (cadangan) berkurang, banyak pemilik mobil akan menambahkannya ke air mineral atau bahkan air keran. Meskipun ini tidak disarankan.

Efek menggunakan air keran

"Air kemasan atau keran, mengandung besi. Ketika suhu tinggi, kandungan mineral akan bereaksi, dan bisa menyebabkan kerak sehingga saluran radiator tersumbat dan korosi," kata Felix Candra, Area Sales Manager Lestari Candra, Distributor Prestone water coolant. produk.

Cocok untuk air radiator tambahan

Felix lebih lanjut menjelaskan bahwa jika dia dipaksa untuk meningkatkan level air dan tidak ada pendingin air, dia bisa menggunakan air tambahan dari baterai atau demineralisasi. "Anda dapat menggunakan air tambahan dari baterai atau sisa pembuangan ac," kata Felix.

Tiriskan Radiator Air

Sama seperti cairan lain di dalam mobil, air radiator juga perlu diganti secara teratur. Masa penggantian air radiator ini sebenarnya bisa dilihat di manual masing-masing kendaraan. "Lebih baik mengubah air radiator setiap 20.000 km atau sekitar satu tahun," kata Felix.

Baca Juga: Cepat! Sekali lagi ada & # 39; Pemutihan & # 39; Denda Pajak Kendaraan Bermotor di DKI

Selain menguras dengan cara konvensional, yaitu membuka lubang pembuangan yang biasanya terletak di bagian bawah radiator. Saat ini tersedia juga dengan menggunakan pendingin flush. "Jika dengan membuka lubang, tidak semua air akan keluar, tetapi dengan alat ini bisa lebih bersih," kata Felix.

Tiriskan menggunakan sistem sirkulasi

Cara kerja alat ini mirip dengan cara mengganti oli transmisi otomatis. Dimana cairan lama akan terdorong keluar oleh cairan baru. Biasanya, proses ini membutuhkan 6-8 liter cairan pendingin. "Untuk layanan, sekitar Rp 60-70 ribu, tidak termasuk cairan pendingin," kata Cahya dari gerai Toda Kelapa Gading.

Periksa Fan Radiator

Langkah mudah untuk mempertahankan radiator mesin mobil adalah memeriksa apakah kipas berfungsi dengan baik atau tidak. Jika tidak berfungsi normal, itu dapat menyebabkan mesin menjadi terlalu panas.

Ilustrasi kipas radiator

Cara mengecek kipas ini cukup mudah, yaitu hanya menyalakan mesin mobil. Kemudian tunggu beberapa menit dan perhatikan apakah kipas otomatis menyala dan berputar saat mesin panas atau tidak. Jika ternyata kipas pendingin mati atau lemah, maka harus segera diperbaiki.

Baca Juga: Lihat Sini, Deretan Foto Mobil Keren di IMX 2018

Tutup radiator

Tutup radiator juga merupakan bagian yang sangat penting. Bagian ini harus dipastikan sudah tertutup rapat, dan masih dalam kondisi seal (karet) dan pegas, sehingga air pendingin radiator tidak keluar saat mesin panas.

Tutup radiator