Rays Wheels

Memuat …

LAMBORGHINI secara resmi meluncurkan mobil hybrid pertama mereka, Lamborghini Sian, yang sangat jauh berbeda dengan mobil hybrid pada umumnya. Direktur Teknis Lamborghini Maurizio Reggiani menjelaskan kelebihan dan kekurangan mobil super dengan supercapacitors. Apa pun? Lamborghini Sian beberapa waktu lalu resmi meluncur di Frankfurt Motorshow 2019.

Mobil ini adalah mobil hybrid pertama yang dibuat oleh Lamborghini di era modern. Lamborghini mengatakan, mobil ini adalah langkah pertama dari pabrik yang berbasis di Sant Agata, Bologna, Italia, menuju elektrifikasi. Namun, ada sesuatu yang tidak biasa pada mobil hybrid dibandingkan dengan mobil hybrid pada umumnya.

Biasanya mobil hybrid menggunakan baterai lithium ion untuk membawa arus listrik ke motor listrik yang ada di roda mobil. Metode ini sudah jamak digunakan mobil hybrid yang ada saat ini. Misalnya Toyota Prius yang saat ini merupakan mobil hybrid paling populer.

Lamborghini Sian sama sekali berbeda karena tidak menggunakan baterai lithium ion, tetapi menggunakan superkapasitor. "Kami adalah perusahaan yang mampu mengubah peta permainan dan provokator. Ketika kami ingin memasuki dunia teknologi listrik, kami harus menjamin bahwa apa yang dilakukan tidak merusak DNA dan merek kami.

Dari sana kami memilih supercapacitors daripada baterai, "kata Reggiani. Supercapacitors memiliki banyak keunggulan dibandingkan menggunakan baterai. Penerapannya sangat mudah karena Lamborghini hanya perlu menginstal super kapasitor di mesin mobil V12 yang digunakan oleh Lamborghini Sian.

Reggiani mengatakan, kapasitor super dengan ukuran dan berat yang sama dengan baterai lithium ion sebenarnya menghasilkan tenaga tiga kali lebih besar. Padahal, superkapasitor mampu melepaskan daya lebih cepat dari baterai. Tidak hanya itu, energi yang dilepaskan bahkan dapat diisi ulang dengan cepat melalui proses energi regeneratif yang terjadi setiap kali pengereman dilakukan. Ini akan sangat berguna saat mobil menikung.

Biasanya setiap kali Anda menikung, pengemudi akan melakukan pengereman dan membutuhkan banyak tenaga tidak hanya dari mesin, tetapi juga supercapacitor. Pada saat bersamaan, saat pengereman terjadi terbentuk energi regeneratif yang kemudian langsung terisi ke superkapasitor.

Energi yang langsung disimpan di superkapasitor sebenarnya akan membantu mempercepat mobil yang biasanya membutuhkan tenaga dalam jumlah besar setiap kali menikung. "Itu akan terjadi terus menerus. Jadi tidak akan ada kehilangan energi sama sekali," katanya.

Bagusnya, super kapasitor tidak perlu pendingin seperti baterai lithium ion. Alat ini selalu siap untuk bekerja kapan saja seperti yang selalu dibutuhkan oleh pemilik Lamborghini. Jadi, ketika digunakan, Anda tidak perlu khawatir harus menghentikan mobil untuk mencegah baterai terlalu panas.

Anda akan benar-benar menikmati kekuatan tambahan 34 tenaga kuda yang membuat kekuatan maksimum Sian Lamborghini menjadi 819 tenaga kuda. Tenaga ini mampu membuat mobil berakselerasi dari posisi diam ke 100 km / jam dalam waktu di bawah 2,8 detik.

Reggiani menambahkan, keunggulan lain dari superkapasitor adalah untuk menghindari jeda waktu yang terjadi setiap kali pergeseran transmisi terjadi. Biasanya setiap mobil, walaupun itu adalah mobil super, selalu terasa sedikit jeda ketika setiap perpindahan transmisi terjadi.

Itu terasa karena limpahan torsi yang mengalir langsung ke putaran roda. Superkapasitor mengurangi kelebihan torsi dan menyesuaikan semua kelebihan sehingga dapat diterima dengan roda yang baik. Jadi, roda benar-benar bekerja dengan potensi penuh tanpa harus menerima beban torsi secara langsung.

Tekanan otomatis pada ban berkurang dan membuatnya lebih tahan lama dari biasanya. Hanya saja, kata Reggiani, supercapacitors masih memiliki kelemahan. Tidak seperti baterai lithium ion pada mobil hybrid, superkapasitor tidak mampu memberikan jarak tempuh tambahan.

Biasanya di mobil hybrid, baterai bisa menjadi sumber tenaga untuk generator mini yang ada di dalam mobil sehingga disebut range extender. Bisa juga bekerja dengan mesin konvensional sehingga jarak tempuh lebih baik. Yah, super kapasitor tidak dapat melakukan keduanya.

Ia hanya membantu agar energi di dalam mobil dapat bekerja bersama secara optimal tanpa ada potensi kehilangan energi. "Karena alasan itu, baterai masih yang terbaik," kata Reggiani. Inilah sebabnya mengapa Lamborghini saat ini sedang membangun dua laboratorium penelitian yang dapat menggabungkan teknologi super dan baterai.

Nantinya mereka akan melihat mana yang menawarkan kelebihan sambil mempertahankan merek Lamborghini, apakah itu superkapasitor atau baterai. "Yang paling penting sekarang adalah melalui superkapasitor, kita dapat membuktikan bahwa ada pilihan baru. Kita dapat melakukan sesuatu yang orang lain belum coba. Ini adalah cara dan pola pikir kita di Lamborghini," katanya.

(mengenakan)