Rays Wheels

memuat …

HAVANA – Sejak Fidel Castro mengundurkan diri dari kepresidenan Kuba pada tahun 2008, sebuah negara kepulauan di Karibia, Amerika Tengah, perlahan mulai terbuka. Terutama setelah kematian pemimpin pada 25 November 2016. Kuba mulai menerima akses ke perusahaan asing dalam hal ini, Amerika Serikat.

Diluncurkan dari CNBC pada Rabu (12/5/2018), akses publik terhadap pengungkapan informasi akan semakin meluas. Pemerintah Kuba mengumumkan untuk meluncurkan akses internet 3G untuk pengguna telepon seluler di Kuba mulai Kamis.

Di bawah kekuasaan komunis, akses ke informasi untuk publik ditutup. Baru pada 2013, setelah Fidel mengundurkan diri karena masalah kesehatan, Kuba membuka kafe internet. Ia juga mengelola negara.

Setahun setelah kematian Fidel, yaitu pada tahun 2017, Kuba mulai memperkenalkan internet ke rumah dan hotspot Wi-Fi publik. Dan di tahun yang sama, Google memasuki Kuba, menjadi perusahaan internet asing pertama yang masuk ke negara itu.

Perusahaan telekomunikasi negara, ETECSA, mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan paket data mulai dari 600 MB untuk 7 peso Kuba, setara dengan USD7 hingga 4 GB untuk 30 peso atau setara USD30.

ETECSA mengumumkan bahwa peluncuran 3G di seluruh Kuba akan berlangsung mulai Kamis 6 Desember hingga Minggu 9 Desember 2018. Peningkatan akses internet adalah bagian dari digitalisasi masyarakat Kuba.

Dengan akses internet yang lebih luas, Pemerintah Kuba berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara itu. Sebelumnya pada bulan November, Pemerintah Kuba mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2018 diperkirakan 1%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 2%.

Sejak pembubaran Uni Soviet pada 1990-an, ekonomi Kuba telah jatuh tajam. Karena sebelumnya, USSR mendukung banyak negara secara finansial.

(ven)