Rays Wheels

KabarOto.com – Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) telah berhasil mengembangkan bahan bakar B-100 yang berasal dari kelapa sawit. Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian mengatakan, "Impian Indonesia untuk menciptakan biodiesel B100 dari CPO (Crude Palm Oil-red) berhasil direalisasikan. Bahan bakar yang berasal dari 100 persen CPO dengan hasil 87 persen masih sedang dikembangkan. Ada tidak ada campuran. "

B100 memiliki kelebihan, bahan bakar ini 40 persen lebih efisien daripada bahan bakar fosil. Amran membandingkan, jika menggunakan bahan bakar diesel, 1 liter hanya bisa menempuh 9,4 kilometer, sedangkan menggunakan 1 liter B-100 dapat menempuh jarak hingga 13 kilometer per liter.

Baca Juga: Kilang RU III Pertamina Sudah Dipastikan Siap untuk Produksi Biodiesel B20

Keterangan

Penggunaan B100 diyakini akan membuat Amran lebih murah, ramah lingkungan, dan bisa mensejahterakan petani kelapa sawit, dan tentunya menghemat devisa. Karena itu, keberadaan B100 dipastikan akan memperkuat ketahanan energi nasional. "Kami memiliki 38 juta ton CPO. Kami mengekspor 34 juta ton. Bisa dibayangkan kami bisa menghemat berapa triliun. Ini adalah energi masa depan Indonesia," kata Amran.

Baca Juga: Pertamina Telah Menjalankan B20 Wajib sebesar 80 Persen

Ke depan, Amran melanjutkan, B100 ini mungkin diproduksi untuk digunakan oleh masyarakat umum. Namun, ini membutuhkan waktu dan kerja keras dan dengan semua pihak. "Kami mengoptimalkan CPO. Produksi CPO kami adalah 46 juta per tahun. Kami memasok dunia," Amran menyimpulkan.