Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie adalah sosok yang luar biasa di dunia dirgantara, BJ Habibie menjadi anak bangsa yang memiliki segudang prestasi.

Pesawat Karya alumni Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen, Jerman mampu membawa Indonesia ke dunia.

Sebut saja, pesawat Gatotkaca N-250 yang melakukan penerbangan pertamanya pada 10 Agustus 1995. Indonesia juga tercatat mampu membuat pesawat sendiri.

Tidak hanya itu, Habibie juga memiliki segudang karya lainnya. Banyak hasil telah dibuat seperti helikopter, senjata, kemampuan pelatihan, hingga layanan perawatan untuk mesin pesawat terbang, amunisi, kapal, tank, kendaraan lapis baja, senjata kaliber, meriam air, kendaraan RPP-M, kendaraan tempur, dan berbagai kebutuhan sipil dan militer yang lain.

Tidak hanya di dalam negeri, Habibie juga dipercaya untuk melakukan proyek berskala internasional di luar negeri. Habibie telah terlibat dalam proyek-proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fotkker F 28, Transall C-130, Hansa Jet 320, Air Bus A-300, pesawat angkut DO-31, CN-235, dan CN-250.

Pesawat N-250 adalah pesawat penumpang komuter regional turboprop yang awalnya dirancang oleh IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, PT DI, Dirgantara Indonesia), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti kepulauan menunjukkan bahwa desain, produksi, dan perhitungan dilakukan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan pelopor industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 di mana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat dioperasikan bersama antara perusahaan CASA Spanyol dan IPTN.

Pesawat ini adalah primadona IPTN dalam upaya merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan di kelasnya (saat diluncurkan pada 1995). Menjadi bintang pameran di Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.

(wbs)