Rays Wheels

KabarOto.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan kelompok usahanya berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban dana bergulir yang diterima dari Badan Layanan Umum Badan Pengatur Jalan Tol (BLU BPJT).

Sebagai bentuk penyelesaian, Jasa Marga mengusulkan agar perjanjian pinjaman diakhiri setelah perjanjian berakhir. Agar secara alami menghentikan kewajiban untuk menambah nilai dan denda BLU.

"Kewajiban perjanjian dana bergulir untuk pembebasan lahan ke BLU BPJT adalah Jalan Tol Semarang-Solo (PT Trans Marga Jateng), Jalan Tol Gempol-Pasuruan (PT Jasamarga Gempol Pasuruan), Jalan Tol Kunciran-Serpong (PT Marga Trans Nusantara), Jalan "Jalan Tol Kunciran-Cengkareng (PT Jasamarga Kunciran Cengkareng), dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (PT Jasamarga Surabaya Mojokerto)," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Agus Setiawan di Jakarta.

Baca juga: Jasa Marga Suntikkan Rp 2,52 Triliun Percepatan Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi

Dalam perjanjian terminasi, Jasa Marga mengusulkan untuk mengakomodasi beberapa hal penting seperti:

1. Nilai tambah dan penalti dihitung sebagai komponen biaya keuangan dari biaya investasi yang ditetapkan dalam amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

2. Skema pembayaran pokok BLU dilakukan 6 bulan setelah perjanjian pembayaran utang (untuk BUJT yang sudah beroperasi), atau enam bulan setelah satu segmen beroperasi (untuk BUJT yang belum beroperasi).

3. Skema nilai tambah dan pembayaran BLU dilakukan satu tahun setelah addendum PPJT terkait pengakuan nilai tambah dan denda sebagai komponen biaya keuangan investasi dengan jadwal angsuran (untuk BUJT yang sudah beroperasi) atau satu tahun setelah operasi dan Adendum PPJT terkait dengan nilai tambah dan pengakuan denda sebagai komponen biaya keuangan investasi (untuk BUJT yang belum beroperasi).

Baca juga: Jasa Marga Memasang Balok, Pengaturan Lalu Lintas di Wilayah Kunciran-Serpong

Untuk membahas proposal Jasa Marga, diskusi intensif saat ini sedang berlangsung antara Jasa Marga dan BPJT.