Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Munculnya serangan cyber saat ini telah menyebabkan banyak pihak khawatir tentang keamanan data yang dapat berakibat fatal.

Bukan hanya kehilangan data, lebih jauh lagi, itu dapat mengakibatkan kerugian finansial, serta runtuhnya reputasi perusahaan dan kesetiaan pelanggan mereka.

Menurut Country Manager Palo Alto Network Indonesia, Surung Sinamo, semua perusahaan harus lebih sadar akan keamanan data mereka.

"Setiap pemimpin bisnis harus membuat potensi dan risiko sekaligus pertimbangan dalam menerapkan strategi keamanan cyber di lingkungan TI mereka," katanya pada Forum Cybersecurity 2018 di Jakarta pada Kamis (22/11/2018).

Lebih lanjut, kata Surung, Palo Alto Network menyoroti lima hal penting yang diprediksi akan ramai di ranah keamanan cyber tahun depan.

Pertama adalah semakin maraknya e-mail bisnis yang dimasukkan ke dalam lampiran berbahaya. Dalam lima tahun terakhir saja, lebih dari USD 12 miliar telah dicuri oleh para penjahat cyber melalui email bisnis yang dikompromikan.

Perusahaan disarankan untuk melakukan penilaian terhadap semua lalu lintas informasi dalam perusahaan, serta menerapkan proses pemeriksaan dan pemberian lisensi yang komprehensif untuk email bisnis yang masuk.

"Kami melihat bahwa pada tahun 2019 lebih banyak perusahaan akan mengadopsi strategi keamanan email bisnis dengan menerapkan proses otentikasi dua faktor dan multi-faktor, serta otentikasi berbasis biometrik," kata Kevin O & # 39; Leary, Petugas Keamanan Lapangan, Asia Pasifik , Jaringan Palo Alto.

Kedua, rantai pasokan adalah titik lemah baru di garis keamanan. Tingginya jumlah perangkat perlindungan minimal, seperti internet of things (IoT) yang terhubung ke jaringan perusahaan sebenarnya cenderung menyebabkan IoT menjadi "internet cyberthreats."

Ketiga adalah perlindungan data sebagai agenda utama di Asia Pasifik. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik memiliki komitmen bersama untuk mendukung prakarsa keamanan dunia maya.

Lebih lanjut, Cloud Provider-Enterprise diharapkan untuk lebih serius dalam membangun landasan TI yang aman. Keamanan infrastruktur cloud tidak hanya tanggung jawab penyedia layanan. Perusahaan juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data, aplikasi, sistem operasi jaringan, konfigurasi firewall, dan sebagainya.

Akhirnya, membangun keamanan cyber pada infrastruktur penting. Sebagai langkah pertama, manajer infrastruktur penting, baik di sektor publik maupun swasta, setidaknya menerapkan sistem keamanan Zero Trust dan memastikan segregasi akses.

Foto: Kevin O’Leary, Petugas Keamanan Lapangan, Asia Pasifik, Palo Alto Networks dan Surung Sinamo, Country Manager, Indonesia Palo Alto Networks dalam acara Cybersecurity Forum 2018 di Jakarta, Kamis (22/11/2018)

(wbs)