Rays Wheels

KabarOto.com – Kementerian Perhubungan terus meningkatkan dan menangani masalah Over Dimension dan Over Loading (ODOL) dari hulu ke hilir sehingga menciptakan Zero ODOL. Peraturan ODOL telah berjalan dari 1 Agustus 2018, tetapi masih ada banyak kendaraan komersial yang tidak mematuhi, dan ini berdampak pada semakin tingginya tingkat kecelakaan truk.

Kementerian Perhubungan tentu tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi itu dilakukan dengan Kepolisian dan bekerja sama dengan Agen Merek Truk Motor Isuzu Astra untuk memberikan pendidikan atau soft power kepada seluruh industri. Ditambah dengan Isuzu, karena perusahaan berfokus pada kendaraan komersial yang mematuhi peraturan pemerintah dan mendukung penanggulangan ODOL.

Baca Juga: Penjualan Isuzu Didukung oleh Sektor Logistik pada Kuartal Pertama 2019

Ernando Demily, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Untuk menciptakan ekosistem yang bebas dari ODOL, Isuzu Indonesia percaya bahwa itu tidak hanya dapat dilakukan oleh satu pihak, tetapi semua pihak dari hulu dan hilir dan harus bekerja sama, mulai dari produk, bodi mobil, surat hingga layanan purna jual.

"Isuzu Indonesia tentu sangat menyambut baik peraturan ODOL, karena produk Isuzu sendiri dirancang sesuai dengan peraturan keselamatan berkendara di Indonesia," jelas Ernando Demily, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Dia menambahkan, produk Isuzu dirancang dengan mempertimbangkan aturan Pemerintah dan Isuzu bersama dengan Kementerian Perhubungan untuk juga memberikan stiker reflektif ringan pada program mudik 2019, sehingga pengemudi lain dapat melihat badan truk di jalan raya.

Teknologi Isuzu dilengkapi dengan sistem ECU pada engine

Isuzu selalu menjalankan SRUT untuk setiap kendaraan barunya, bahkan Isuzu dan Kementerian Perhubungan membantu mensosialisasikan program Sertifikat Pendaftaran Tes Tipe, ia menjelaskan dalam diskusi "Jurnal Forum Jurnalis Otonomi dengan tema" Road to Zero-Odol , Trucks on The Roads ", di Donika Cafe, Jl Antasari, Jakarta Selatan (3/10).

Isuzu juga mengatakan bahwa dia telah mensertifikasi 41 badan mitra untuk memastikan bahwa mereka yang bekerja sama dengan Isuzu adalah perusahaan yang mematuhi peraturan pemerintah, salah satunya mengurus SKRB (Sertifikat Desain dan Konstruksi).

"Teknologi Isuzu dilengkapi dengan sistem ECU pada engine-nya, sehingga dapat mengambil gambar kondisi teknis, jika terbukti bahwa truk mengalami kecelakaan karena ODOL, klaim garansi tidak berlaku. Untuk konsumen yang melanggar akan terlihat, dan garansi tidak berlaku, "Ernando Demily menambahkan.

Pembicara di Forum Jurnalis Otomotif, Jurnalis Otomotif & # 39; Forum, Road to Zero-Odol, Truk di Jalan, di Donika Cafe, Antasari, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Attias Asril, General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia mengatakan, di sisi lain, peraturan pemerintah semakin ketat, tidak sedikit pelaku bisnis yang harus berpikir dua kali, ada beberapa hal yang bisa mereka lakukan, pengetatan biaya operasional menjadi hal utama.

Selain itu mereka dapat berganti kendaraan, dari sebelumnya menggunakan truk kaku, sekarang mulai menggunakan traktor kepala, karena kemampuan jenis traktor kepala lebih besar dan titik distribusinya lebih luas, dibandingkan dengan truk kaku sehingga menjadi solusi dari ODOL.

Baca Juga: Program Isuzu Ini Memperingati Hari Pelanggan Nasional

"Isuzu juga memberikan solusi dalam hal penghematan operasional, karena kita tahu bahwa biaya terbesar dari biaya operasional adalah penggunaan bahan bakar, dan DNA Isuzu adalah mesin utama yang hemat bahan bakar dan keras kepala," katanya.