Rays Wheels

KabarOto.com – Kementerian Perindustrian secara resmi mengeluarkan aturan untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk video audio dan produk elektronik sejenis. Aturan ini dikeluarkan, dengan tujuan melindungi konsumen dan produsen domestik dari produk impor berkualitas rendah.

Penerapan SNI Wajib tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian Nomor 15/2018 tentang Penegakan Standar Nasional Indonesia untuk Audio Video dan Elektronik Serupa. Permen itu sendiri telah diundangkan pada 26 Juni 2018 dan akan berlaku 12 bulan sejak tanggal diundangkan.

Dalam peraturan itu, total enam produk video audio tunduk pada SNI wajib. Antara lain, televisi dengan ukuran layar hingga 42 inci, termasuk tabung sinar katoda (CRT) atau tabung televisi, pemutar DVD (pemutar disk) dan pemutar disk Blu-ray, kaset mobil, pengeras suara aktif, dan set top box untuk televisi.

Daftar produk wajib SNI

Agus Kurniawan, Kepala Sub Direktorat Konsumsi dan Komponen Elektronik Kementerian Perindustrian, mengatakan latar belakang penerapan SNI wajib adalah untuk memastikan bahwa produk elektronik audio video yang beredar di pasaran memiliki kualitas yang baik sesuai dengan SNI.

"SNI wajib ini juga bertujuan untuk melindungi keamanan konsumen dari produk audio video berkualitas rendah dan tidak standar," jelas Agus.

Baca juga: Terima kasih kepada Audiofrog, Suara Ini dari Mitsubishi Xpander Tampak Seperti Menyaksikan Konser Langsung

Dalam mobil, produk yang tunduk pada SNI wajib termasuk head unit, speaker aktif, dan peralatan listrik. "Secara umum, jika ada komposisi komponen PCB di dalamnya, maka wajib untuk SNI karena barang itu berpotensi membahayakan konsumen (ada arus listrik)," kata Agus.

Perangkat audio dengan arus listrik besar

Selain itu, aturan untuk menerapkan SNI wajib akan melindungi produksi domestik produk video audio dari persaingan tidak sehat dengan produk impor ilegal yang murah dan berkualitas rendah.

Lebih lanjut, Agus juga menjelaskan bahwa di kawasan Asia Tenggara, Indonesia termasuk salah satu negara yang mewajibkan standar nasional paling tidak untuk produk elektronik, yaitu 26 produk.

Baca Juga: BMW Siapkan 25 Model Baru Untuk Menguasai Segmen Mobil Listrik

Sementara itu, Malaysia menerapkan standar nasional wajib untuk 124 produk elektronik, sebanyak 41 produk di Singapura, 33 produk di Thailand, dan 46 produk di Brunei Darussalam.

"Ini menyebabkan produk negara lain dengan mudah masuk ke Indonesia, sementara produk Indonesia sulit untuk negara lain," Agus menyimpulkan.