Rays Wheels

KabarOto.com – Penggemar dan Modifikasi Mobil Indonesia (ICEMOD) dibatalkan. Direncanakan acara tersebut, yang semula merupakan tempat kreativitas, akan digelar selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu (14-15 / 09) besok. Namun sial, pada (9/9) pukul 18.00 WIB mulai tercium kabar buruk.

Pembatalan implementasi ICEMOD pada awalnya diketahui dari fakta bahwa sewa bangunan belum dibayar penuh oleh penyelenggara. Dimana kekurangannya adalah Rp 1 miliar, meskipun para peserta telah membayar biaya pendaftaran untuk penyewa.

"Saya termasuk kolaborasi mengumpulkan kendaraan yang akan ditampilkan secara total, ada 105 mobil. Tetapi mereka yang mendaftar melalui saya akan bertanggung jawab, saya juga tidak berharap ini menjadi sesuatu yang sangat minus. Untuk teman-teman saya, saya & # 39; Maaf, saya minta maaf, karena saya juga tidak berharap, "kata Helmi sebagai Koordinator Kumbar Kedai Built-up.

Baca juga: Bengkel Khusus Kaki-Kaki Mobil Ini Telah Dikunjungi Oleh Pelanggan

Sementara hingga pukul 21.00 WIB seperti yang dijanjikan, panitia belum memberikan pernyataan tanggung jawab atau kompensasi.

Ratusan kendaraan mulai dari mobil klasik, balap hingga kemewahan terlihat terdampar di pengadilan ICE BSD City karena tidak dapat dimuat. Tidak hanya datang dari Jabodetabek, peserta dari luar kota seperti Solo, Tasikmalaya, dll juga tiba di lokasi.

Bahkan ada tiga truk yang membawa peralatan panggung, diketahui telah tinggal dua hari di lokasi karena belum diizinkan untuk instalasi.

"Jika saya berpikir bahwa kehilangan uang tidak dapat dihitung, karena orang-orang yang saya undang dan ajak persiapkan mobil mereka sebelumnya. Saya lebih memikirkan nama baik," tambah Helmi.

Kejadian ini sangat disayangkan karena telah terdengar di dunia. Alasannya adalah bahwa aktivis otomotif asing, SpeedHunters, juga hadir di acara tersebut. Mereka adalah orang-orang yang ditunggu oleh para peserta dan pengunjung.

Baca juga: Di Sini, Resep Sederhana tetapi Bercerita Membuat Kaki Berumur Panjang

Senada dengan Helmi, Bei Budiono sebagai pecinta mobil klasik juga sedih dan malu dengan kejadian ini. Menurutnya tidak hanya reputasi pribadi yang ternoda.

"Saya sudah membawa 27 mobil sejak pagi. Yang memalukan bukan hanya saya, nama baik Indonesia, otomotif Indonesia ini sudah ternoda," katanya.