Rays Wheels

memuat …

KUNINGAN – Rumah Sahabat Desa (RSD) adalah tempat bagi orang yang tinggal di desa-desa terpencil untuk lebih melek finansial. Diprakarsai oleh PT Danarta Saudara Sejahtera (DSS), yang telah membangun RSD di 12 kota, mereka mempercayakan penduduk setempat untuk mengelolanya.

SINDOnews.com dan kru media lainnya berkesempatan mengunjungi pusat RSD di Desa Kedung Arum, Kabupaten Kuningan Barat, Jawa Barat. Ada ditunjukkan langsung bagaimana yang mereka lakukan di RSD.

Ketua Tim di Basecamp di RSD setempat, Nur Azizah, menjelaskan, seluk beluk RSD dan program yang mereka miliki. Salah satu program utamanya adalah Laku Pandai. Program ini bermitra dengan salah satu bank swasta nasional, yaitu BCA.

"Jadi Laku Pandai adalah program dari OJK, yaitu jasa keuangan tanpa kantor, pemerintah ingin masyarakat Indonesia melek finansial, bukan untuk membawa uang kembali ke lembaga non-keuangan," jelas Nur Azizah, Kamis (17/1/2019).

Dia mengatakan, base camp di Kuningan adalah RSD pertama yang dibangun. Selain sebagai yang terbesar dari dua provinsi, basis RSD berada.

Hal pertama yang mereka lakukan adalah merekrut agen dari setiap desa. Agen ini pada awalnya diperoleh melalui rekomendasi dari pejabat desa setempat.

"Kami mulai merekrut agen, bertemu desa dengan kepala desa, menyampaikan program, kemudian meminta rekomendasi tentang siapa yang tangguh dan cocok untuk menjadi agen," kata Azizah.

Wanita yang akrab disapa Teteh Zizah ini mengungkapkan, masing-masing agen akan difasilitasi oleh mesin EDC. Mesin ini dilengkapi dengan sistem operasi Android dan semakin meningkatkan akses dengan jaringan 4G.

Para agen juga akan dilatih selama beberapa waktu, mulai dari pengenalan program Laku Pandai hingga pengoperasian mesin EDC. "Kami memfasilitasi agen, kami menggunakan mesin Android, pelatihan dimulai dari pengenalan Smart Laku ke pengoperasian mesin EDC," kata Zizah.

Agen disediakan dengan situs web yang dapat mengakses berbagai data pelanggan, mengirimkan permintaan logistik, dan sebagainya yang memfasilitasi kinerja mereka.

"Agen-agen ini dapat melihat data dari pelanggan, juga dapat mengirimkan permintaan logistik, seperti mesin EDC yang rusak atau kartu ATM," katanya.

Hingga saat ini di Kabupaten Kuningan Barat ada 188 agen RSD. Sementara di Kuningan Timur ada 159 agen yang tersebar di setiap desa. Secara keseluruhan ada 1904 agen yang tersebar di 12 kota.

(mim)