Rays Wheels

KabarOto.com – Mesin diesel konvensional dikeluhkan memiliki emisi yang buruk, asap tebal, dan mesin berisik. Namun seiring berjalannya waktu, keadaan berbalik. Mesin diesel kini mulai digandrungi oleh pecinta otomotif.

Bukan tanpa alasan, pasalnya teknologi diesel modern dengan sistem umum mampu mengatasi hal-hal negatif tersebut. Bahkan, konsumsi bahan bakar juga ekonomis dan kuat karena mayoritas mesin telah mengadopsi turbocharger.

Yuda Resigama, salah satu dari Pemilik Garasi AHT, menyetujui hal itu. Dia mengatakan bahwa modifikasi mesin diesel bahkan ramai di dunia otomotif, terutama arena balap.

"Yang ingin kami tekankan di sini adalah, menyempurnakan tenaga mesin diesel default pabrik yang telah & # 39; dikunci & # 39 ;. Ini karena pabrikan merasa bahwa tenaga tersebut cukup bagi sebagian besar pengguna untuk hanya mengemudi setiap hari dan mengurangi emisi, "kata pria berkacamata.

Yah, metode ini cukup mudah dan Yuda sendiri mengklaim prosesnya hanya memakan waktu setengah jam. "Namanya adalah flash ulang. Saat ini kami memprioritaskan mesin kode GD dan KD dan kami sedang mengembangkan optimalisasi tuning untuk mesin kode lainnya, karena kami mengembangkan diri alih-alih templat," katanya.

Baca Juga: Menyenangkan, Sekarang di BSD Wilayah Tangerang Selatan Dapat Tes Dyno

Asyik, meski ECU sudah di-flash ulang, EGR (Exhaust Gas Recirculation) tetap berfungsi. "Banyak yang mematikan sistem, tetapi kami tidak merekomendasikannya karena emisi jauh lebih buruk dengan asap tebal yang dihasilkan," kata pengemudi Nissan Laurel.

"Kami harus memeriksa kondisi mobil terlebih dahulu untuk memastikan semuanya aman dari kerusakan, jika perlu, kami akan memperbaikinya terlebih dahulu sebelum proses re-flash dapat dilakukan," katanya.

Mengenai biaya, Yuda menetapkan Rp. 4,5 – 7,5 juta untuk layanan re-flash dari mesin diesel Toyota Innova dan Fortuner dengan peningkatan daya yang diklaim 70-80% untuk mesin KD dan 10-20% untuk mesin GD.

"Bagi mereka yang telah dimodifikasi dengan bagian lain, proses re-flash pasti akan lebih mahal karena datanya berbeda dan memerlukan beberapa dyno run untuk membuktikan peningkatan daya," pungkas pemilik bengkel di daerah Lengkong Gudang Timur, BSD, Tangerang Selatan.