Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Perkembangan industri layanan naik kendaraan seperti GoJek dan Grab di Indonesia tidak hanya berdampak positif. Tetapi itu juga menciptakan efek negatif bagi pelanggan.

Salah satu tren kecurangan adalah GPS Palsu. Selain itu, lima jenis penipuan yang dilakukan mitra adalah pesanan tuyul, markup, pesanan prioritas, dan modifikasi aplikasi
"Tren tentang penipuan dalam 1-2 tahun terakhir sejak aplikasi tumbuh besar. Pesanan & # 39; tuyul & # 39; juga telah berlangsung selama dua tahun," kata Jeffrey Bahar, Wakil CEO Spire Indonesia, dalam Platform Outlook Health dan Indonesia Ride-Hailing pada tahun 2019. (30/1/2019).
Spire Indonesia, yang mengeluarkan hasil penelitian ini, mengatakan bahwa mitra pengemudi Go-Jek dituduh lebih curang. Dari hasil survei, ada 7 dari 10 pengemudi di Gojek yang mengaku melakukan mode curang GPS. Sedangkan di Grab 1 dalam 10 driver mengaku melakukan ini.

Survei Spire ini dilakukan pada 40 pengemudi yang menggunakan dua aplikasi Gojek dan Grab sekaligus. Pengamatan ini dilakukan di empat kota, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Bandung.

Dari pengakuan mitra pengemudi yang mereka wawancarai, sistem Gojek lebih mudah untuk ditipu karena sudah ada banyak aplikasi yang tersedia untuk mengakali itu. Sehingga menggunakan GPS Palsu bahkan lebih. Sementara mitra pengemudi Grab yang melakukan penipuan mengakui bahwa penipuan mudah dideteksi oleh sistem,

Namun Jeffrey menilai, Grab dan Gojek juga tidak menutup mata terhadap GPS palsu. Kedua perusahaan mengatakan Jeffrey juga mengambil tindakan untuk mengurangi penggunaan aplikasi pihak ketiga.

"Aplikator telah mengurangi ini. Tren mengarah pada hal-hal positif," pungkasnya.

(mim)