Rays Wheels

memuat …

LONDON – Parlemen Inggris menyebut Facebook sebagai "gangster digital" yang gagal melawan penyebaran berita palsu dan melanggar privasi data.

Hasil penyelidikan parlemen selama 18 bulan atas perusahaan teknologi dan disinformasi juga menuduh platform media sosial terbesar di dunia berusaha menyembunyikan tingkat campur tangan Rusia dalam pemilihan luar negeri.

Facebook diserang karena tanggapannya terhadap dugaan penggunaan berita menyesatkan oleh Rusia dan iklan yang ditargetkan untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS 2016 dan seri pemungutan suara Eropa.

Para eksekutif Facebook juga dituduh mencoba menyembunyikan atau menekan bukti yang muncul dari campur tangan asing yang diungkapkan oleh para teknisi.

Ketua komisi parlemen Damian Collins mengatakan Facebook "sengaja ingin menyulitkan pekerjaan kami dengan memberikan jawaban yang tidak lengkap, tidak jujur, dan terkadang menyesatkan untuk pertanyaan kami".

Salah satu pendiri dan ketua Facebook, Mark Zuckerberg, menolak tiga permintaan untuk tampil di hadapan komisi.

Sebelumnya, mantan jurnalis yang saat ini menjadi Ketua Parlemen Italia, Laura Boldrini mengeluhkan tentang Facebook. Dia menganggap media sosial ini mengandung pidato kebencian paling maksimal dan berita palsu alias tipuan.

Boldrini mengatakan Facebook harus melakukan upaya ekstra untuk membasmi kebencian dan tipuan. November lalu, Boldrini mengirim surat ke Facebook untuk menangani masalah serius ini.

"Dua bulan lalu saya memintanya, mereka telah berjanji (memberantas berita bohong). Tapi mereka tidak melakukan apa-apa. Saya mengharapkan sikap yang baik dari mereka, setidaknya jawaban," kata Boldrini kepada Reuters.

(wbs)