Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Facebook mengklaim telah menghapus ratusan akun palsu yang berasal dari Iran yang merupakan bagian dari kampanye manipulasi besar-besaran yang beroperasi di lebih dari 20 negara.

Jaringan media sosial terbesar di dunia itu mengatakan telah menghapus 783 halaman, grup, dan akun "untuk keterlibatan dalam perilaku kebohongan terkoordinasi yang terkait dengan Iran."

Halaman-halaman ini adalah bagian dari kampanye untuk mempromosikan kepentingan Iran di berbagai negara dengan menciptakan identitas palsu sebagai warga negara-negara ini, menurut pernyataan yang dibuat oleh Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan cyber di Facebook.

Pengumuman itu adalah yang terakhir dirilis oleh Facebook sejalan dengan upayanya untuk mengakhiri berbagai upaya yang dilakukan oleh aktor yang terkait dengan negara-negara tertentu dan orang lain untuk memanipulasi jaringan sosial dengan akun palsu.

"Kami terus berupaya mendeteksi dan menghentikan kegiatan semacam ini karena kami tidak ingin layanan yang kami sediakan digunakan untuk memanipulasi orang," kata Gleicher seperti dikutip dari Reuters.

Tidak hanya di Iran, Direktur, Global Politic & Government Outreach Facebook, Katie Harbath, mengatakan bahwa mereka menggunakan mesin kecerdasan buatan dan menambah sumber daya manusia mereka untuk mengidentifikasi keberadaan akun palsu.

"Misalnya, satu akun baru mendaftar, tetapi tiba-tiba ia memiliki 1000 teman, maka kami mengidentifikasi perilaku abnormal yang dapat digunakan sebagai sinyal bahwa akun tersebut adalah akun palsu," jelas Harbath.

"Facebook juga menambah personel, yang dulunya 10 ribu orang sekarang menjadi 30 ribu orang," tambahnya.

Selain kontribusinya pada Pemilu 2019, Facebook bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga di Indonesia, salah satunya adalah Mafindo (Masyarakat Anti Pencemaran Nama Baik Indonesia).

(wbs)