Rays Wheels

Jakarta – Indonesia akhirnya memiliki mobil listrik milik bangsa, yang diciptakan untuk berpartisipasi dalam reli paling keras sedunia, Rally Dakar pada tahun 2020. Mobil listrik 100% ini diberi nama Blits (Budi Luhur-ITS) sebagai hasil kolaborasi antara dua universitas terkemuka, Budi Luhur Jakarta dan ITS Surabaya.

Blits dari awal dirancang untuk mengambil bagian dalam Reli Dakar sehingga produksi dihitung dari sasis tubular, bentuk tubuh, sepeda motor listrik, hingga masa pakai baterai.

"Blits project adalah inovasi mobil listrik yang lahir dari anak-anak bangsa sendiri, yang dapat dikenal oleh dunia. Jadi kami menargetkan untuk bergabung dengan Rally Dakar yang merupakan reli paling ganas di dunia dengan spesifikasi canggih dan ketahanan yang kuat, "jelas Kasih Hanggoro, Ketua Dewan Manajemen Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti.

Sebelum berpartisipasi dalam Rally Dakar, mobil listrik Blits akan melakukan tes roaming nusantara dengan tema "PLN Blits Explore Indonesia". Perjalanan ini juga akan menempuh jarak 15.000 km, mulai dari ITS Surabaya, Jakarta Budi Luhur, Medan, Aceh, Sabang, Pontianak (Pulau Kalimantan), Sampit, Balikpapan, Samarinda, Makassar (Pulau Sulawesi), Kendari, Manado, Ternate, Sorong (Papua), Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan selesai di Surabaya.

Kanselir Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto menambahkan “Untuk kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, karya inovasi kreatif seperti ini ditunggu oleh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa. Dalam daya saing bangsa ini, Universitas Budi Luhur memainkan peran yang sangat aktif dalam Blits karya listrik oleh Universitas Budi Luhur dan ITS. "

Mobil listrik transmisi otomatis ini memiliki spesifikasi yang memenuhi syarat untuk menjelajahi Indonesia dan Reli Dakar dengan Paket Baterai dengan kapasitas 90 kWh, tegangan maksimum 380V, tegangan dasar 350V, arus 777A debit maksimum, dan arus basa saat ini 259A.

Mobil ini perlu waktu untuk memeriksa baterai dari nol hingga penuh selama sekitar 12 jam. Dan dengan baterai penuh bisa digunakan untuk jalan hingga 350 km. Jadi, untuk mengeksplorasi dari Sabang sampai Merauke sejauh 15.000 km dihitung akan selesai dalam 100 hari. Kemudian selama perjalanan mobil, kantor PLN akan digunakan untuk memeriksa baterai.

Ekspedisi PLN Blits Explore Indonesia ini juga akan diikuti oleh mobil hibrida seri Kasuari dan bekerja sama dengan beberapa pihak seperti PT PLN, PT Pertamina, Kemenristekdikti, dan PT Godyear Indonesia.

Gam, Youtube: Otomotifmagz.com

Seperti ini:

Suka Memuat …