Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Media sosial bodoh dengan tagar #UninstallBukalapak, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dua anak, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ikut serta dalam mengangkat suara mereka.

Kedua bersaudara itu antusias tentang dukungan mereka terhadap salah satu unicorn Indonesia, Bukalapak.

Gibran, melalui akun Twitter-nya @chilli_pari, menulis bahwa startup seperti Bukalapak kebanyakan membantu perusahaan kecil atau UMKM di Indonesia, termasuk dia. Seperti diketahui Gibran adalah bisnis katering dan franchise "Markobar".

"Saya pikir #unistallbukalapak terlalu berlebihan (dan norak). Aktor ummah seperti saya sangat terbantu dengan keberadaan @bukalapak. Merek jas hujan saya tidak akan bisa seperti itu sekarang, bro, tolong @achmadzaky," menulis Gibran, putra pertama Jokowi.

"Apakah kamu tahu bahwa @bukalapak adalah unicorn yang merupakan kebanggaan Indonesia? Apakah kamu tahu bahwa @bukalapak memberi banyak orang untuk diberi makan? Ayo, kalian belajar untuk memaafkan," lanjut cuitan.

Dia juga menekankan bahwa statusnya sebagai anak presiden tidak mempengaruhi masalah apa pun. "Ini bukan masalah bagi anak presiden atau anak siapa pun. Tetapi kenyataannya adalah bahwa @bukalapak @tokopedia @ShopeeID telah membantu banyak pemain ummah," katanya lagi.

Dia juga tampak enggan peduli dengan komentar netizen dan memilih untuk menjadi orang yang produktif. "Oke. Silakan lanjutkan pertarungan. Aku dan @esangp ingin merilis merek baru. Aku memilih untuk menjadi orang yang produktif."

Sementara akun @kaesangp mulai meminta dukungan dengan men-tweet "SELALU MENDUKUNG APLIKASI ANAK-ANAK NASIONAL, BEKERJA SEPERTI BUKALAPAK, TOKOPEDIA, TRAVELOKA, GOJEK".

Kemudian diikuti oleh lima catatan berikutnya dan ditutup dengan #Instal Aplikasi hashtag dari Pekerja Anak Nasional. Cuitan mereka telah disukai dan di-retweet oleh ribuan orang, serta menuai tanggapan pro dan kontra dari netizen.

Dilaporkan sebelumnya, CEO dan Pendiri Bukalapa, Achmad Zaky, mendapat serangan buta di semua media sosial. Ini dipicu oleh salah satu kalimat terakhir tentang harapan presiden baru. Akibatnya, sejak Kamis malam tagar #uninstallbukalapak menjadi tren di Twitter.

(mim)