Rays Wheels

loading…

NUNUKAN – Telkomsel konsisten memberikan layanan telekomunikasi terbaik ke seluruh wilayah Indonesia hingga ke daerah pelosok dan perbatasan. Contohnya wilayah perbatasan di Nunukan.

Jaringan dan layanan 4G Telkomsel sudah merambah Nunukan sejak 2016. Tujuannya, demi mengaselerasikan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Kabupaten Nunukan merupakan wilayah paling utara di provinsi Kalimantan Utara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bulungan. Saat ini jaringan 4G Telkomsel sudah menjangkau sekitar 76% populasi di mana kehadiran layanan telah menjadi bagian dalam percepatan perkembangan ekonomi dan pembangunan kota-kota di wilayah perbatasan dengan Malaysia ini.

Ini menjadikan Kabupaten Nunukan sebagai daerah terdepan dalam penerapan teknologi telekomunikasi terkini. “Telkomsel mendukung akselerasi pertumbuhan ekosistem digital di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara hingga ke daerah perbatasan Indonesia,” kata Executive Vice President East Area Sales Telkomsel Ronny Arnaz di Nunukan, Minggu (1/9/2019).

Komitmen ini, jelas dia, dilakukan Telkomsel dalam membangun infrastruktur jaringan yang merata di seluruh wilayah NKRI. Khusus di wilayah Nunukan, saat ini Telkomsel telah menggelar 187 unit BTS di mana 127 unit di antaranya adalah BTS broadband. Sedangkan di wilayah perbatasan Sebatik, perusahaan telah menggelar 78 unit BTS. Sebanyak 59 unit di antaranya adalah BTS broadband.

Salah satu warga Nunukan, Winda Wulandari yang mempunya usaha outlet ponsel, mengatakan, dirinya sudah menggunakan kartu Telkomsel sejak lama. “Usaha saya sangat terbantu karena jaringan Telkomsel paling banyak jangkauannya disini, apalagi sudah ada sinyal 4G,” katanya.

Hal senada diungkapkan Dewi Astuti yang mempunyai usaha travel agent. “Telkomsel ini jaringan bagus internet lancar, sangat membantu terutama untuk komunikasi dengan pelanggan atau rekan kami sehingga memudahkan bisnis. Secara tidak langsung membantu perekonomian kami juga msyarakat disini. Harapan ke depan semoga jaringan Telkomsel, terutama 4G makin diperbanyak dan diperluas,” harap Dewi.

Komitmen Telkomsel terhadap digitalisasi di perbatasan juga ditunjukkan dengan digelarnya program CSR Telkomsel pilar Pendidikan, yakni #internetBAIK di Nunukan dan Sebatik sejak 2016 lalu. Kampanye ini merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk membangun ekosistem digital yang positif dan konstruktif bagi masyarakat Indonesia, mulai dari kota hingga ke daerah perbatasan terluar dan terdepan.

Dalam kampanye #internetBAIK tersebut, Telkomsel menggandeng Gerakan Indonesia Mengajar yang merupakan gerakan sosial yang melibatkan Pengajar Muda untuk mencerdaskan masyarakat di berbagai wilayah di Nusantara.

“Harapan kami kehadiran jaringan Telkomsel mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Nunukan dalam mengembangkan potensi lokal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” sebut Ronny.

Pihaknya sangat yakin digitalisasi perbatasan di wilayah Nunukan dapat mengakselerasi kehidupan masyaratnya di segala aspek yang tidak terlepas dari aktivitas mereka. “Hal ini juga ditunjang dengan infrastruktur jaringan Telkomsel yang telah hadir di sini di mana lebih dari 75% dari seluruh pelanggan Telkomsel merupakan pelanggan data,” pungkasnya.

(mim)