Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Samsung Galaxy S10 diluncurkan di San Francisco dengan harga yang membuat sebagian orang melongo. Varian termurah, Galaxy S10e dengan RAM 8 GB dan memori internal 128 GB, dibanderol dengan harga Rp. 10.499.000 di Indonesia. Sementara yang paling mahal, Galaxy S10 + (Plus) dengan RAM 12 GB dan memori internal 1 TB, berharga Rp. 23.999.000. juga berkomentar bahwa harga S10 terlalu mahal. Apakah itu benar Dibandingkan dengan ponsel premium lainnya seperti iPhone, itu tidak. Sebab, varian iPhone termurah di Indonesia, iPhone XR, dijual mulai Rp. 15,2 juta untuk penyimpanan 64 GB. Sementara yang paling mahal, iPhone XS Max, harganya mencapai Rp29,5 juta untuk 512 GB. Jadi, di segmen premium, ternyata Samsung Galaxy S10 bukan yang paling mahal atau mahal. Sebab, iPhone telah dibanderol dengan harga "selangit". Harga selusin hingga puluhan juta rupiah untuk ponsel premium sudah masuk akal. Sebab, menurut lembaga riset GfK sendiri, ponsel premium mulai dari harga di atas Rp. 9 juta.

Lebih banyak fitur
Dibandingkan dengan iPhone, Galaxy S10 sebenarnya menawarkan perangkat keras yang jauh lebih tinggi dan lebih banyak fitur. Varian tertinggi dari Galaxy S10 Plus, misalnya, menggunakan RAM 12 GB dan memori internal 1 TB plus tambahan microSD 512 GB. Sementara iPhone XS Max hanya memiliki RAM 4 GB dan memori internal 512 GB dalam kisaran harga yang jauh lebih mahal. Menurut Kepala Pemasaran Produk Seluler Samsung, Samsung Electronics Indonesia Denny Galant, S10 membawa teknologi baru yang sangat mungkin di masa depan menjadi standar industri. Misalnya, Sensor Sidik Jari Ultrasonik ada di layar, yang mengirimkan gelombang ultrasonik ke ibu jari sehingga sangat aman. Teknologi baru lainnya adalah wireless powershare, yang dapat mengisi perangkat yang dapat dipakai seperti Galaxy Buds atau Galaxy Watch. Selain itu, kecerdasan buatan (AI) di Galaxy S10 tidak hanya pada kamera, tetapi juga pada baterai. Fitur ini disebut Kinerja Cerdas. "Chip AI pada ponsel dapat mempelajari bagaimana konsumen menggunakan ponsel mereka, dan melakukan penghematan baterai otomatis dengan mengatur penggunaan baterai, CPU dan RAM. Sehingga masa pakai baterai akan lebih lama," kata Denny kepada Sindonews ketika ditemui oleh SINDOnews di San Fransisco. Akhirnya, desain rekayasa Galaxy S10 menurut Denny jauh meninggalkan para pesaingnya. "Mengusung baterai besar 4.100 mAh, ketebalan Galaxy S10 + hanya 7.8 mm dan beratnya hanya 175 gram. Sangat tipis dan sangat ringan. Ini juga yang pertama kali dicapai di industri," jelas Denny. Aktris Dian Sastrowardoyo yang hadir pada peluncuran Galaxy S10 menilai bahwa harga Rp 24 juta sudah sesuai dengan fitur yang diperoleh konsumen. "Yang saya lihat adalah nilainya. Seberapa sering barang itu digunakan. Jika barang itu digunakan setiap hari dan memberikan nilai yang besar, misalnya dalam memfasilitasi pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari, maka harga yang mahal menjadi cocok atau sepadan," katanya.

(mim)