Rays Wheels

KabarOto.com – Tsunami baru saja terjadi di Provinsi Banten. Puluhan orang meninggal ratusan luka-luka. Bahkan bangunan yang rusak parah tidak luput dari aliran air liar yang datang tiba-tiba dari laut. Mobil-mobil dibawa pergi dan tidak sedikit tenggelam. KabarOto akan membahas cara menyelamatkan diri di dalam mobil saat terjadi tsunami atau banjir.

Juga Baca: Pasca Tsunami, 6 Stasiun Gas di Anyer Beroperasi Secara Normal

Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, secara umum, tsunami ditandai oleh air surut yang berlebihan di pantai, sehingga hanya orang yang dikenal di sekitar pantai dan pengemudi mobil yang biasanya tidak mengetahui tsunami.

Jika Tsunami terjadi, segera arahkan kendaraan ke tempat yang relatif lebih tinggi. (Foto: Antara)

"Hal pertama yang harus dilakukan ketika tsunami atau banjir bandang adalah menyelamatkan diri, Anda tidak bisa panik, tenang (dapat berpikir jernih) dan segera menemukan tempat yang aman sesuai dengan karakter bencana," katanya dijelaskan.

Selain itu, sebelum bepergian, biasakan untuk selalu menghitung orang-orang yang ada di sekitar atau yang bertanggung jawab dalam mobil, dan memprioritaskan menyelamatkan anak-anak dan perempuan.

"Dalam kasus tsunami, lihat situasinya, pikirkan jalan keluar dan segera bertindak dalam hitungan detik," tambah Sony.

Saat berkendara menurut Sony, jika mungkin segera arahkan kendaraan ke tempat yang relatif lebih tinggi atau jauh dari sekitar pantai. "Setelah itu, terus berlari menuju area yang lebih tinggi," jelasnya lagi.

Baca Juga: Pasca Gempa Bumi dan Tsunami, Jembatan Kuning Kota Palu Akan Dibangun Kembali

Pada dasarnya, Sony merekomendasikan menggunakan kendaraan roda empat sebagai alat pelindung untuk melarikan diri awal ke titik keramaian yang terasa aman, sebelum melanjutkan penyelamatan berikutnya.