Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Pencurian data adalah esensi masalah kedaulatan digital, menurut laporan Identity Theft Resource Center antara Januari dan Juli 2018 ada 22.408.258 pencurian data. Menjadi menurut laporan Ponemon 2018 Rata-rata total kerugian dari pelanggaran data adalah USD3.86 juta, kemungkinan pelanggaran data global rata-rata dalam 24 bulan ke depan adalah 27.9%.

Yudhi Kukuh, PT Prosperita – Konsultan Teknis ESET Indonesia mengatakan bahwa untuk memperkuat kedaulatan digital, salah satu pemerintah telah membuat kebijakan keamanan data dengan mewajibkan penyedia layanan elektronik untuk diharuskan memiliki pusat data dan pusat pemulihan bencana di Indonesia sesuai dengan Pemerintah Peraturan No.82 tahun 2012.

"Di mana hanya data dengan klasifikasi tertentu yang wajib ditempatkan di Indonesia, kata Yudhi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/5/2018).

Dunia bisnis harus mengembangkan sistem keamanannya secara komprehensif. Menggunakan teknologi yang dirancang untuk menghadapi ancaman serangan yang ditargetkan, serangan malware yang menargetkan sistem ICS / SCADA. Endpoint Detection and Response (EDR) dan Analisis Lalu Lintas Jaringan (NTA).

"EDR adalah teknologi yang memonitor titik akhir dan semua kejadian dalam jaringan, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis distribusi malware atau APT dengan filter yang dimiliki (perilaku, reputasi)," kata Yudhi.

Sedangkan menurut Yudhi, NTA adalah sistem yang digunakan untuk memproses penyadapan dan memeriksa pesan untuk menyimpulkan informasi berdasarkan pola dalam komunikasi. Ini dapat dilakukan bahkan ketika pesan dienkripsi dan tidak dapat didekripsi. Secara umum dapat dikatakan sebagai teknologi mendengarkan dan penyaringan data & komunikasi jaringan yang dilakukan untuk memastikan bagaimana perangkat berkomunikasi dan menentukan kesehatan jaringan.

"Menerapkan Analisis Lalu Lintas Jaringan dan Deteksi Endpoint dan teknologi Respon telah menjadi suatu keharusan bagi setiap perusahaan di belahan dunia mana pun. ESET berpengalaman dalam menangani malware yang berfungsi sebagai serangan yang ditargetkan atau menargetkan sistem ICS / SCADA, teknologi ini teknologi yang telah dikembangkan oleh ESET untuk waktu yang lama dan dijamin memiliki keandalan ketika berhadapan dengan ancaman apa pun, "simpul Yudhi.

(wbs)