Rays Wheels

memuat …

BARCELONA – Inovasi adalah kunci bagi produsen ponsel pintar untuk bertahan dari para pesaingnya. Inilah yang dilakukan pabrikan besar agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat.

Sony juga berinovasi sehingga dapat bertahan di tengah persaingan yang ketat. Untuk mendapatkan simpati pasar, pabrikan smartphone Jepang ini berinovasi pada ponsel terbarunya.

Di Mobile World Congress (MWC) 2019, Sony menunjukkan perubahan dalam strategi pasarnya dengan memperkenalkan Xperia 1. Ponsel ini unik dari produsen smartphone unggulan lainnya.

Ini karena Xperia 1 menggunakan aspek rasio 21: 9, sehingga penampilannya terlihat sangat tinggi. Sony berharap bahwa tampilan ini akan membantu pengguna menikmati menonton film, terutama ketika dua penyedia video utama seperti Netflix, Amazon Prime Video, YouTube dan Sony Pictures bergeser ke rasio aspek 21: 9.

Selain rasio aspek, Xperia 1 memiliki nilai jual lainnya, yaitu panel OLED HDR 4K 6,5 inci tepi-ke-tepi, tanpa lekukan tetapi dengan bingkai sedikit lebih tinggi. Sony mengatakan, tampilannya ideal untuk video dan film, berkat mesin Sony Bravia untuk High Dynamic Range dari saluran TV-nya. Ditambah lagi kehadiran Dolby Atmos di perangkat.

Di sisi belakang, sistem tri-kamera Xperia 1 terdiri dari trio lensa selebar 12 MP 26 mm (dengan OIS), lensa telefoto 52 mm (juga dengan OIS), dan lensa superwide 16 mm. Sama seperti smartphone kelas atas lainnya yang baru saja keluar dari MWC 2019, Sony Xperia 1 ditenagai oleh Snapdragon 855 yang dipasangkan dengan RAM 6GB, dan penyimpanan 128 GB, dan anti air.

Perangkat ini memiliki pembaca sidik jari yang terpasang di samping. Mirip dengan Galaxy S10e, yang cukup mengecewakan mengingat para pesaingnya memilih opsi tampilan.

Spesifikasi Sony Xperia 1:
– Layar 6,5 inci (1644×3840 piksel) Layar HDR 4K OLED dengan rasio aspek 21: 9, Tampilan TRILUMINOS untuk seluler, X-Reality mobile, perlindungan Corning Gorilla Glass 6
– Platform Mobile Octa-Core Qualcomm Snapdragon 855 7nm dengan Adreno 640 GPU6GB RAM, memori internal 128 GB, memori yang dapat diupgrade hingga 512GB melalui kartu microSD
– Android 9.0 (Pai)
– Dual SIM Android
– Kamera belakang 12 MP dengan sensor Exmor RS, sensor 1 / 2.6 ″, aperture f / 1.6, Hybrid OIS / EIS, ukuran piksel 1,4μm, Capture prediktif, bukaan aperture 12 / f / 2.4 1 / 3,4 ″ 1,0μm 135 derajat ultra lebar panjang, 12MP f / 2.4 aperture 1 / 3.4 ″ 1.0μm lensa telefoto 45 derajat, Hybrid OIS / EIS, zoom optik 2x, 960 fps Gerakan super lambat
– Kamera depan 8 MP dengan sensor Exmor RS 1/4,, aperture f / 2.0, ukuran piksel 1,12μm, lensa sudut lebar 84 °
– Audio USB Type-C, speaker Stereo, DSEE HX, LDAC, Dolby Atmos
– Sensor sidik jari yang dipasang di samping
– Dimensi: 167 x 72 x 8.2mm
– Tahan Air (IP65 / IP68)
– 4G VoLTE, WiFi 802.11 ac (2.4GHz / 5GHz) MIMO, Bluetooth 5.0, GPS / GLONASS, NFC, USB 3.1 Type-C
– Baterai 3.300mAh dengan teknologi Pengisian Adaptif Qnovo, Qualcomm Quick Charge 3.0, pengisian daya Wireless Qi

Informasi mengatakan bahwa perangkat ini dihargai Rp. 14,6 juta dan Rp. 18,4 juta. Ponsel ini dibungkus dengan warna hitam, ungu, abu-abu dan putih.

(mim)